POJOKSATU.ID, SUMUT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), telah menetapkan tema untuk debat kedua untuk Pilkada Serentak 2024.
Ketua KPU Sumut, Agus Arifin mengatakan jika debat kedua akan diselenggarakan pada Rabu (6/11/2024) malam, di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Kota Medan.
Tema
Ketua KPU Sumut, Agus Arifin mengatakan adapun tema debat publik kedua adalah Peningkatan Daya Saing Daerah dan Pembangunan Berkelanjutan.
Baca Juga: Quotient Group Resmi Buka Cabang Quotient Center Kemayoran
"Tema debat kedua dan juga tema debat ketiga itu, sudah dirumuskan oleh tim perumus," kata Agus Arifin, Sabtu (2/11/2024).
Adapun subtema pada debat kedua Pilgub Sumut 2024 adalah:
1. Memajukan daerah dengan isu peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas daerah atau konektivitas sistem transportasi publik, ketersediaan akses Internet di daerah-daerah.
Baca Juga: Puluhan Pegawai Komdigi Diringkus Polisi Gegara Situs Judi Online, Meutya Hafid: Upaya Bersih-bersih
2. Peningkatan investasi daerah atau penanaman modal, penciptaan lapangan pekerjaan, penguatan sektor pariwisata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. Menyelesaikan persoalan daerah, dengan isu degradasi lingkungan hidup dan bencana alam atau banjir, tanah, longsor, pengelolaan persampahan, pencemaran air, tanah dan udara, ketersediaan air bersih, industrialisasi dan amdal.
4. Konflik pertanahan, konflik pertambangan, alih fungsi lahan, dan eksploitasi hutan, persoalan wilayah perbatasan antara pemerintah daerah.
5. Ketahanan pangan dan energi, inovasi teknologi pembangunan daerah dan percepatan desa mandiri.
Ada sebanyak 9 panelis yang akan dilibatkan dalam debat kedua Pilgub Sumut 2024. Kesemuanya berasal dari akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Sumut.
"Panelisnya juga sudah ada 9 orang. Karena kita melihat bahwa Sumatera Utara kan untuk pemikiran berbagai pihak banyak pihak. Termasuk, juga dari kalangan akademisi tokoh masyarakat, dan profesional debat kedua nanti panelisnya sudah pasti berbeda," jelas Agus.
Sementara itu, sebelumnya debat pertama menjadi sorotan publik, karena tidak menempatkan keterwakilan perempuan sebagai panelis di debat tersebut.
Dimana diketahui ada, 9 penalis seluruhnya adalah laki-laki. Menyikapi hal itu, Agus mengungkapkan debat kedua dan ketiga akan ada panelis perempuan.
"Sebenarnya kita Melihatnya dari akumulasi. Bukan dari setiap debat. Nah untuk debat kedua dan ketiga, ada perempuannya sudah Sudah ada. Jadi tidak melihatnya dari setiap debat. Tapi akumulasi, sudah ada," kata Agus. ***

