POJOKSATU.id, MEDAN-Doa dan dukungan orang tua sangat penting bagi keberhasilan seorang Bripka Bagas Maulana Ihsan. Dia adalah anak petani dan penjual kue uang baru saja dilantik sebagai Bintara Polri Polda Sumut.
Bripda Bagas Maulana lulus Bintara Polri dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai, Polda Sumut dengan prestasi yaitu meraih nilai kesehatan jasmani tertinggi dan mendapat prestasi Adi Tringginas.
Bripda Bagas adalah bungsu dari tiga bersaudara, warga Jalan Begawan, Dusun III, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.
Sejak kecil dia ingin menjadi seorang anggota polisi, karena kedua orang tuanya mengharapkan begitu.
Baca Juga: Resmi Ditahan di Rutan Bareskim Polri, Panji Gumilang Dijenguk Menantunya
Namun, dirinya baru benar-benar serius mempersiapkan diri ketika niat dari hatinya muncul jadi anggota polisi ketika di bangku SMP, tepatnya di kelas III.
Setelah itu, dia memulai latihan fisik. Dia tamat dengan nilai memuaskan saat SMP hingga masuk ke SMA favorit. Dia tamat SMA di tahun 2019.
Setelah tamat sekolah, dia tak bisa langsung melamar anggota Polri karena usianya masih kemudaan. Dia memilih mempersiapkan diri dengan baik untuk tahun berikutnya.
"Sempat coba kedinasan tapi sayangnya kalah. Bagas enggak menyerah, terus fokus fisik dan belajar terus. Kemudian, 2020 first time coba anggota Polri," jelasnya dilansir dari YouTube Polda Sumatera Utara, Kamis, 3 Agustus 2023.
Pun di percobaan pertama dia gagal. Begitu juga tidak berhasil sampai tiga kali, di tahun 2021 dan 2022. Bahkan, menyakitkan saat dia kalah di ranking pada tahun 2021.
Namun, dia berusaha semangat meski tiga kali gagal. "Alhamdulillha dikaruniai orang tua yang sangat baik. Terutama ibu, kalau Bagas butuh apapun dalam hal pendukung Bagas latihan enggak pernah bilang enggak. Walau enggak ada selalu diusahain, kalau enggak hari ini, besok," ungkapnya.
Semangatnya tetap membara apalagi mengingat betapa besarnya harapan orang tuanya. "Karena orang tua sangat berharap besar Bagas jadi angota Polri, itu jadi motivasi terbesar Bagas," ucapnya.
Dan, saat pengumuman kelulusan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai, Polda Sumut, dia melihat orang tuanya sangat bahagia. Bahkan, kedua orang tuanya rela menunggu sampai diumumkan dan hadir saat pelantikan pada Juli 2023.
Baca Juga: Tegaskan Keisya Levronka Sudah Minta Maaf, Marlo Ernesto Akui Dirinya Juga Kurang Profesional
"Akhirnya dinyatakan lulus, Bagas haru. Enggak nyangka tapi bisa terwujud langsung memeluk orang tua," ucapnya.
Bripda mengakui awalnya sempat minder saat melamar anggota Polri dengan orang tua petani dan penjual kue, apalagi bahasanya yang harus sinkron.
Selama ini, Bagas mengakui membantu ayahnya bertani di masa jeda melamar anggota Polri. Dia menyebut ayahnya menyewa lahan untuk bertani dan ketika panen harus membayar ke pemilik lahan.
Dari perjalanannya menjadi Bintara Polri, Bagas merasakan tekat yang kuat, dukungan orang tua apapun pekerjaannya sepanjang halal dan keluarga jadi support system terbaik.
Baca Juga: Jokowi Anteng Meski Dihujat, Waketum Perindo Sindir Rocky Gerung : Retorika Ilmunya Penuh Kebencian
Oleh karenanya, Bagas mengajak anak muda yang ingin dan masih punya kesempatan dari segi usia untuk menjadi anggota Polri untuk tetap semangat dan maju.
"Untuk rekan-rekan sekalian, teman-teman Bagas yang masih ada kesempatan mencoba enggak ada salahnya, kalian tetap mencoba," ujarnya.
Dia menyarankan untuk tidak peduli omongan orang lain, ketika kita gagal dan mencoba lagi seperti dirinya yang tiga kali gagal.
"Tidak peduli omongan orang lain tapi pedulilah semangat dari orang tua kalian. Ingat bukan orang lain yang harus kalia bahagikan, karena orang tua kalian yang membesarkan kalian," pungkas Bripda Bagas Maulana Ihsan. ***
