POJOKSATU.id, MEDAN-PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inamum terus bergerak aktif menjaga ekosistem di sekitar PLTA Paritohan dan Kawasan Danau Toba.
Menjaga keanekaragaman hayati flora dan fauna di kawasan PLTA Paritohan dan Kawasan Danau Toba tersebut senada dengan visi TJSL Inalum dan Sustainability Pathway Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).
Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin Ende menjelaskan kerja keras unit PLTA Paritohan semata-mata untuk menjaga ekosistem sekitar Danau Toba, sekaligus menjaga lingkungan agar pasokan energi yang menjadi tulang punggung operasional tetap terjaga.
Baca Juga: Tanpa Tiga Pemain Inti, PSMS Siap Taklukkan Semen Padang demi Jaga Peluang ke Semifinal Liga 2
“Ada beberapa program besar yang dilakukan PLTA Unit Paritohan dalam menjaga ekosistem dan lingkungan sekitar PLTA. Program-program ini dibentuk sebagai usaha Inalum dalam mewujudkan sustainability operasional yang ramah lingkungan," jelasnya.
Perusahaan melakukan program tersebut dengan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat.
"Sehingga keberadaan Inalum dan lingkungan tetap bersanding sekaligus ketersediaan energi untuk operasional peleburan tetap terjaga,” ujar Mahyaruddin.
Program-program yang dilaksanakan PLTA Paritohan adalah, Konservasi Danau Toba.
Ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Daerah Tangkapan Air Kawasan Danau Toba sebagai daerah penyangga ketersediaan dan kestabilan level air Danau Toba.
Tidak hanya menanam pohon, tetapi juga dilakukan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi. Total pada tahun 2023 sebanyak 668.880 pohon telah tertanam yang terdiri dari 25 jenis spesies di lahan 1.436,8 hektar.
Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon buah-buahan berkayu dan hasil penanamannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga secara tidak langsung program ini melibatkan peran aktif masyarakat.
Baca Juga: Kisah Cinta Romantis Jendral Sudirman, Rayuan Maut dan Kesetiaan Hingga Akhir Hayat
Kemudian program Optimalisasi Pembibitan Pohon. "Ini merupakan awal dari kegiatan penanaman pohon. Bibit tanaman yang sudah siap akan ditanam di sekitar lokasi perusahaan," ujar Mahyudin.
Bibt tanaman juga dibagikan kepada masyarakat sekitar agar dapat dimanfaatkan. Tercatat telah melakukan pembibitan untuk 4.418 spesies di lahan 0.10 hektar.
Berikutnya, program Pemberdayaan Ikan Jurung. Ini dilakukank karena Keberadaan Ikan Jurung di Sungai asahan mulai terancam karena masyarakat sekitar menangkap tanpa melakukan budidaya atau pengembangbiakan.
Program ini mengusung konsep Ex-Situ dan berhasil menghadirkan 1.352 Ikan Jurung di lahan 0,15 hektar.
Program Taman Kehati Perumahan PLTA Paritohan, merupakan program penanaman pohon endemik di lahan seluas 4 hektar. Pada tahun 2023, ada 700 pohon berhasil ditanam yang berasal dari 5 spesies (kemenyan, andaliman, sotul, teratai, dan klambang)
Dan, Pembibitan Tanaman Multi Purpose Tree Species. Mahyudin mengatakan sebagai Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, lahan yang saat ini ada masih bisa dikatakan cukup kritis karena adanya pembangunan dan penebangan liar.
"PT Inalum bekerja sama dengan Yayasan Warisan Hidup Sumatera (WHIS) melakukan pembibitan tanaman di Kebun Raya Samosir. Total ada 17.000 pohon yang di tanam dengan jenis multi purposes tree species," jelasnya. ***
