POJOKSATU.id, PANYABUNGAN – Patuan Mandailing, H Hasanul Arifin Nasution, dari Bagas Godang Hutasiantar, silaturahmi ke Raja Adat Mompang Jae, Baginda Daulat Sori Alam, memperkenalkan gagasan Patujoloon Mandailing.

Dalam acara silaturahmi di Mompang Jae ini, ikut hadir Namora Natoras, Hatobangan dan Parkahanggian di Kelurahan Mompang Jae, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Sekitar 60-an tokoh yang diundang menyimak dengan antusias tentang gagasan Patujoloon Mandailing yang diutarakan Patuan Mandailing.

Patuan Mandailing didampingi Mangaraja Gunung dari Bagas Godang Gunungtua, Sutan Pelembang dari Bagas Godang Panyabungan Julu, Sutan Pulungan Naposo (Ali Sutan Nasution) dari Bagas Godang Hutabargot dan aktivis budaya Abdul Hamid Nasution alias Mariati dari Pidoli Lombang.

Baca Juga: PDIP dan PKS Kritik Tapera yang Potong Gaji Pegawai 3 Persen, Indonesia Alami Situasi Sulit

Menurut Patuan Mandailing, seperti apa pun kondisinya saat ini, Madina harus terus bergerak hingga ke posisi terdepan. Itulah esensi dari ungkapan yang saat ini sudah viral, yaitu Patujoloon Mandailing.

“Karena itu, kita harus mampu mengatasi permasalah yang ada. Madina juga harus siap dengan tantangan dan hambatan baru di depan. Seperti apa keadaan Madina setelah ada di barisan terdepan kabupaten/kota yang ada di Sumut atau Indonesia?," ungkap Patuan Mandailing, H Hasanul Arifin Nasution, dari Bagas Godang Hutasiantar ini.

Kegiatan Tastas Nambur (langkah awal) putaran kelima Patuan Mandailing, seperti biasanya diawali kalimat pemangkal hata (pengantar) dalam bahasa Mandailing yang sangat halus.

Di posisi terdepan itu, tentu Madina sudah harus mampu menyelesaikan problem-problem yang sebelumnya membelenggu.

Soal IPM (Indeks Pembangunan Manusia) sudah mesti terdepan, PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah), sudah harus naik.

Baca Juga: Airlangga Minta Ridwan Kamil Naikkan Elektabilitas di Jakarta dan Jabar, Keputusan Juli Nanti

Untuk bisa bergerak, apalagi untuk mendapatkan beberapa kali lipat dari PAD 2023 yang nampaknya belum menyentuh angka Rp 100 miliar, butuh banyak terobosan.

Dengan PAD Rp 300 miliar saja, APBD pun bisa mencapai Rp 2 triliun, maka dunia usaha dan pertanian di Madina sudah jauh membaik sehingga lapangan kerja yang terbuka pun akan jauh lebih memadai.

“Namun, untuk sampai ke posisi terdepan itu, tentu Madina butuh energi, tenaga atau SDM yang sangat-sangat besar atau banyak. Bagaimana strategi, program, kegiatan dan caranya agar masyarakat Madina makmur, bahagia lahir-batin?” tanya Patuan Mandailing menggugah.

Baca Juga: Patujoloon Mandailing, Ivan Batubara Dorong Investasi Rp 10 Triliun 3 Tahun Pertama Jika Terpilih Bupati

"Karena itulah, Harajaon yang terlibat dalam peletakan dasar-dasar pembentukan kabupaten ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Mandailing Natal. Sudah seharusnya kami berinisiatif bikin kegiatan silaturahmi seperti ini,” jelasnya.

Sehingga, masyarakat umumnya memiliki pemahaman yang sama dan pergerakan yang sinergis sehingga memungkinkan untuk sampai ke posisi terdepan itu.

“Bukankah kita yang di sini juga siap berpartisipasi marsialap ari dalam rangka Patujoloon Mandailing?,” tanyanya.

Patuan Mandailing menegaskan bahwa kalau hanya silaturrahmi ke Panyabungan Selatan, Siabu, Morsip dan Pakantan, yang bisa menjadi motivasi untuk mengambil peran partisipatif, mustahil program kita bisa membawa Madina ke posisi terdepan.

Baca Juga: Sekretaris ANTAM Tanggapi Kabar 109 Ton Emas Palsu, Singgung Penggunaan Merek LM Antam Secara Tak Resmi

Mompang sekitar juga mesti solid dan komitmen.

Dia bermohon agar tidak ada pihak yang salah paham dengan kegiatan silaturahmi itu. Itu bukan kerja-kerja politik. Hanya silaturahmi budaya.

"Jadi, dengan silaturrahmi seperti ini, jangan pula kami atau kita dianggap sebagai tim sukses. Kita punya kepedulian dan inisiatif. Kita sudah ambil peran. Semuanya untuk Patujoloon Mandailing secara elegan, bersahaja dan semangat penuh,” katanya.

Pada sesi dialog, mengemuka pertanyaan terkait dengan peran Harajaon di kemudian hari. Bisakah Harajaon itu menjadi jembatan atau saluran aspirasi masyarakat?

Menanggapi pertanyaan tajam yang secara khusus diarahkan kepadanya, Baginda Daulat Sori Alam dari Bagas Godang Mompang Jae mengutarakan, dalam rangka Patujoloon Mandailing, Insya Allah mereka siap pasang badan terlibat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat, utamanya di Luat Mompang ini.***