POJOKSATU.ID, PADANGSIDEMPUAN - Video viral terkait kasus ditetapkannya seorang anak perempuan menjadi tersangka oleh Polres Padangsidempuan kini berakhir damai, Selasa (12/11/2024).

Mediasi itu dipimpin oleh Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna.

Mediasi yang diinisiasi pihak kepolisian dengan dihadiri oleh pj. Bupati, tokoh agama, serta beberapa perwakilan masyarakat, kedua pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Baca Juga: Kejagung Ternyata Belum Terima Pemberitahuan Praperadilan Tom Lembong Kawan Anies Baswedan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menyampaikan bahwa proses mediasi berjalan lancar dan penuh kekeluargaan menghasilkan keputusan yang diterima oleh kedua belah pihak.

"Ini merupakan hasil baik dari proses mediasi yang dilakukan Polisi," tutur Hadi.

Hadi menambahkan jika polisi berhasil mendorong dua belah pihak berdamai dengan pendekatan restoratif.

Baca Juga: Adu Latar Belakang Pendidikan dan Karier Andre Taulany dengan Raffi Ahmad, Siapa Lebih Mentereng?

"Melalui pendekatan restoratif atau restorative justice, Polisi berhasil mendorong kedua belah pihak untuk menemukan solusi bersama yang dlhangat sebagai satu keluarga," ujar Hadi, Selasa (12/11).

Kasus ini semula melibatkan saling lapor dari kedua keluarga terkait penyebaran konten pribadi, yang sempat memicu ketegangan di antara mereka.

Namun, dengan adanya pendampingan dari Polres Padangsidimpuan, mediasi menghasilkan kesepakatan tanpa perlu melanjutkan kasus ke proses hukum yang lebih dalam.

Baca Juga: Mitigasi Sampah Rumah Tangga: Kunci Menjaga Sungai Citarum Bersih

“Kami berharap solusi restoratif ini dapat menjaga hubungan baik antara kedua keluarga serta menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Restorative justice selalu menjadi pilihan terbaik untuk memulihkan keharmonisan dalam masyarakat,” tambah Hadi Mantan Kapolres Numor Biak Polda Papua ini.

Kesepakatan damai ini menjadi wujud nyata upaya kepolisian dalam mendukung penyelesaian masalah yang lebih manusiawi dan berfokus pada perdamaian. ***