POJOKSATU.ID, NIAS - Viral di media sosial seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Nias Selatan (Nisel) menjadi korban kekerasan oleh kerabatnya sendiri.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya pun segera menemui korban di UPTD Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, pada Senin (27/1/2025) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Kapolres menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bingkisan kepada korban.

Selain itu, personel dari Polsek Lolowau juga berusaha menghibur anak itu dengan memutar video di ponsel milik Kapolsek Lolowau untuk mengurangi rasa traumanya.

Baca Juga: Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK 2024 Tahap 2 Maju? Wakil Kepala BKN Beri Bocoran Tanggalnya!

“Kita hadir di sini untuk memberikan perhatian khusus, memastikan kondisi korban, serta menunjukkan bahwa pihak kepolisian peduli terhadap kasus-kasus seperti ini,” ujar Kapolres, dikutip Selasa (28/1/2025).

Setelah menemui anak tersebut, Kapolres bersama Kepala Desa setempat melanjutkan dengan meninjau rumah yang diduga menjadi tempat tinggal korban.

Di lokasi itu, Kapolres berdiskusi dengan keluarga korban dan warga sekitar untuk menggali lebih banyak informasi terkait kasus tersebut.

Diskusi ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan anak.

Baca Juga: Penerbitan E-Ijazah Tahun 2025, Direktorat SMK Imbau Seluruh Kadis Pendidikan Segera Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik Tingkat Akhir

“Kami sudah menurunkan tim untuk mendalami kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan kami akan terus berupaya mengungkap fakta yang sebenarnya,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Langkah tersebut penting untuk menjaga privasi dan kenyamanan korban.

“Kami akan bekerja profesional dan transparan agar keadilan bisa ditegakkan. Masyarakat juga harus bijak, jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak benar,” katanya.

Langkah cepat Kapolres ini mendapat apresiasi dari masyarakat Nias Selatan. Banyak yang berharap proses hukum berjalan lancar dan memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan terhadap anak.

Baca Juga: SIAP BERUBAH Jadi Universitas Islam Bogor, Harlah ke 9 IUQI Bogor, 9 Rangkaian Acara Antar Kampus Pusat Pengembangan Ilmu dan REVOLUSI INTELEKTUAL

Kasus kekerasan terhadap anak menjadi salah satu perhatian utama bagi penegak hukum.

Kapolres Nias Selatan pun menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan setiap tindakan kekerasan terhadap anak agar segera ditindaklanjuti.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Jangan ragu untuk melapor jika ada tindakan yang mencurigakan,” tutupnya.

Baca Juga: BERITA TIDAK ENAK, PPPK 2024 Tahap 1 TIDAK DAPAT THR Tahun 2025, Kenapa? Simak Hitungan dan Aturan Resminya

Pihak kepolisian berjanji untuk terus memberikan pendampingan kepada korban hingga kasus ini tuntas dan keadilan ditegakkan. ***