POJOKSATU.id - Skuat PSMS Medan gagal mencuri poin di markas Sumsel United, saat keduanya bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin sore, 24 November 2025.
Pada laga ke-12 Pegadaian Championship musim 2025/2026 ini, PSMS sejatinya berhasil unggul lewat gol dari Vitor Barata pada menit ke-13.
Sayangnya, keunggulan ini tak bisa pertahankan. Karena, PSMS kehilangan satu pemain saat sang striker asing Felipe Cadenazzi diusir wasit pada menit ke-35.
Baca Juga: Kebijakan Baru ASN: PPPK Profesional dan Seleksi Lebih Ketat
Alhasil, PSMS menjalani laga sampai akhir dengan 10 pemain. Imbasnya, Sumsel United berhasil menyamakan kedudukan lewat Rachmad Hidayat, eks pemain Ayam Kinantan itu menjebol gawang mantan klubnya pada menit ke-44.
Tuan rumah berhasil menang setelah gol bunuh diri Syarif Wijianto pada menit ke-66.
Selepas pertandingan, Pelatih PSMS Kas Hartadi menyampaikan penyesalan mendalam.
“Saya mohon maaf kepada manajemen dan suporter Medan. Sore ini kami belum bisa kasih yang terbaik. Dari babak pertama kami sudah menguasai pertandingan dan sempat unggul, tapi menit ke-27 Cadenazzi kena kartu merah, itu yang membuat kekalahan sore ini,” ujarnya.
Baca Juga: Bawa 20 Pemain ke Palembang, PSMS Siap Kembali Kalahkan Sumsel United
Kekalahan ini, lanjutnya, akan membuat tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh. Termasuk, banyaknya pemain yang mendapatkan kartu merah pada rentang menit ke-25 hingga 30.
Terkait kritik terhadap lini tengah PSMS, Kas menyebut belum ada pembahasan transfer window namun memastikan perbaikan akan dilakukan.
“Ada waktu sebulan sebelum putaran kedua, semua lini akan kami benahi, termasuk persiapan menghadapi Sriwijaya,” tambahnya.
Sementara itu, pemain PSMS Rudiyana, yang tampil sebagai pemain pengganti, juga menyampaikan permintaan maaf.
Baca Juga: Setiap Kecamatan Bakal Punya CFD? Pemkab Bogor Mulai Lakukan Kajian Lokasi
“Ini hasil yang tidak kami inginkan. Kami sempat unggul, tapi seperti yang dibilang coach, setelah kartu merah semuanya berubah. Saya memohon maaf mewakili teman-teman,” tegasnya.
Selain kekalahan, kejadian tak menyenangkan dialami kapten PSMS, Kim Jeung Ho. Lewat Instagram pribadinya, pesepakbola asal Korea Selatan ini mencurahkan kekecewaan, setelah mendapatkan kekerasan.
Diduga suporter Sumsel United telah melakukan pemukulan terhadapnya usai laga.
Setelah pertandingan, suporter lawan turun ke lapangan dan menyerang tim kami, bahkan meninju wajah saya. Ini benar-benar perilaku yang tidak dapat diterima dalam pertandingan sepak bola," tegasnya.
Baca Juga: Bukan Single Salary, Tapi Gaji Guru ASN Tetap Naik Mulai Januari 2026
Dia menegaskan, harus ada tindakan tegas atas insiden ini. "Penyerangan tetaplah salah, apa pun alasannya. Perilaku ini harus dihilangkan jika liga sepak bola Indonesia ingin berkembang. Tindakan khusus mutlak diperlukan," ungkapnya.
Sementara itu, dengan kekalahan ini, PSMS hanya mengemas dengan poin 14 dari 12 laga dari 3 menang, 5 seri dan 4 kali kalah. ***
