POJOKSATU.id - Skuat PSMS Medan gagal mematahkan rekor tak terkalahkan Garudayaksa FC, pemuncak klasemen grup 1 Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Ini setelah, PSMS kalah 0-2 dari Garudayaksa pada laga ke-8 kompetisi level kedua itu, yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat malam, 31 Oktober 2025.
Kekalahan terasa menyakitkan bagi PSMS. Pasalnya, selain kekalahan ini terjadi di hadapan pendukung sendiri, kedua gol tim tamu dicetak dari kotak penalti.
Baca Juga: Terlibat Kasus Pencemaran Nama Baik, Hakim PN Jakut Vonis Bos PT MEIS 10 Bulan Penjara
Ya, dua penalti itu diberikan wasit Fibay Rahmatullah, karena pelanggaran tuan rumah terhadap pemain Garudayaksa.
Dua pemain asing Garudayaksa, Everton Nascime sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-24 dan Seungwoo Ryu pada menit ke-76.
Usai pertandingan, pemain PSMS, Erwin Gutawa tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit sepanjang pertandingan.
Sembari meminta maaf ke publik pecinta PSMS atas kekalahan ini, dia berharap ke depan 'pengadil di lapangan' bisa lebih baik lagi.
"Saya juga minta maaf pada suporter. Kita sudah memberikan segalanya di lapangan. Saya minta kinerja dan keputusan wasit harus diperbaiki," tegasnya.
Asisten Pelatih PSMS, Welliansyah, meminta maaf karena tidak bisa memenangkan pertandingan. Namun, dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain selama 2 x 45 menit.
"Pemain sudah bermain baik. Tapi, kondisi ketinggalan 1-0 lewat penalti anak-anak sudah drop. Di babak kedua kami coba bangkitkan semangat," sebutnya.
Soal wasit, dia enggan berkomentar, baginya publik bisa menilai sendiri.
"Nah untuk wasit saya enggak bisa komentari. Sekali lagi kami mohon maaf," ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Garudayaksa, Khamid Mulyono, mengaku senang dengan hasil ini. Baginya, target membawa pulang poin dari Sumatera Utara tercapai.
"Alhamdulillah sesuai misi kita bisa mencuri angka di kandang lawan. Kita juga sudah melihat dimana kelebihan dan kekurangan tim lawan (PSMS)," jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa ADik Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Disiplin di ITB dan Pusdikjas Disjasad
Terkait, kinerja wasit yang menjadi sorotan tuan rumah, dia enggan berkomentar banyak. Baginya, sudah ada VAR yang jadi rujukan terkait kejadian apapun di lapangan.
"Untuk keputusan wasit kita tidak bisa menghakimi. VAR sudah ada," tuturnya.
Dengan hasil ini, Garudayaksa makin kokoh di puncak klasemen sementara dengan 20 poin dan delapan laga dengan enam kali menang dan dua kali seri.
Bagi PSMS, kekalahan membuat mereka memperlebar gap dengan posisi puncak. Skuat Ayam Kinantan baru mengemas 12 poin dari tiga menang, tiga seri dan dua kalah.
Baca Juga: Saldo KKS Mulai Terisi, Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Dimulai
Kekalahan ini juga membuat PSMS tak bisa memperbaiki rekor pertemuan kedua tim. Pasalnya, pada laga uji coba jelang kompetisi bergulir, PSMS jugak takluk dari Garudayaksa.
Selanjutnya, PSMS akan menjalani laga terakhir Putaran I Grup I pekan depan, 9 November 2025 melawan Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga. ***
