POJOKSATU.id, SUMUT - Untuk mengendalikan harga bahan pangan pokok jelang bulan suci ramadan dan Idulfitri 1445 Hijriah di Sumatera Utara (Sumut), Pemerintah Provinsi (Pemprov) gelar pasar murah di sejumlah daerah.
Pj Gubernur Sumut, Hassanudin mengatakan jika pasar murah tersebut dilakukan dibeberapa kabupaten/kota yang ada di Sumut.
“Yang pertama kita gencarkan itu operasi pasar atau pasar murah di beberapa kabupaten/kota se-Sumut,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin di Medan, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga: Heboh Launching Kurikulum Nasional Gantikan Kurikulum Merdeka! Baca Dulu 4 Fakta Penting Ini
Hassanudin juga menyebutkan, pasar murah dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari hingga 7 Maret 2024 di 14 kabupaten/kota se-Sumut.
Adapun daerah tempat dilaksanakannya pasar murah antara lain:
1. Kabupaten Karo 1 Februari
2. Kota Padangsidimpuan 5 Februari
3. Kabupaten Mandailing Natal 6 Februari
4. Kota Batubara 16 Februari
5. Kota Sibolga 19 Februari
Baca Juga: KURIKULUM MERDEKA Jadi KURIKULUM NASIONAL Mulai Tahun 2024, Ganti Kurikulum Lagi?
6. Kabupaten Tapanuli Tengah 20 Februari
7. Kabupaten Simalungun 23 Februari
8. Kota Pematangsiantar 26 Februari
9. Kota Kisaran 29 Februari
Baca Juga: Hubungan Retak Gegara Uang, Wulan Guritno Gugat Pasangannya Sabda Ahessa
10. Kota Tanjungbalai 1 Maret
11. Kabupaten Labuhanbatu Utara 5 Maret
12. Kabupaten Labuhanbatu 6 Maret
13. Kota Medan 27-29 Maret, dan
14. Kabupaten Deliserdang 5-7 Maret.
Setiap hari beras yang dijual di pasar murah tersebut mencapai 5 ton, minyak goreng 2 ton, telur ayam 200 papan, gula pasir 1 ton, dan lainnya.
“Semoga dengan pasar murah ini, harga-harga cepat terkendali apalagi menjelang Ramadan,” kata Hassanudin.
Selain pasar murah, Pemprov Sumut juga terus bersama dengan Satgas Pangan dan pihak terkait melaksanakan Sidak ke pasar tradisional, modern, produsen dan distributior. Sidak ini dilakukan secara periodik.
“Kami juga kini terus meningkatkan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok, mulai dari produsen sampai pedagang pasar tradisional,” kata Hassanudin.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut Mulyadi Simatupang memaparkan kondisi harga Bapok.
Harga rata-rata mulai mengalami kenaikan pada Februari, seperti cabai merah naik 36%, bawang merah naik 8%, ayam boiler naik 7%, beras medium naik 1,7%, gula pasir naik 1,5%, minyak curah naik 4%, dan minyak kita naik 2%.
Mulyadi mengatakan, ada wilayah Sumut yang akan melakukan panen raya pada 2024. Ia mengharapkan harga akan segera terkendali. Mengingat langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemprov Sumut dalam mengatasi hal tersebut.
Baca Juga: Tangis Haru Aktris Park Seulgi saat Menerima Album Beserta Tanda Tangan Jimin BTS dari Park Bogum
“Tapi, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, stok bahan pangan kita aman, dan ada beberapa wilayah yang akan melakukan panen raya di Maret 2024,” kata Mulyadi. ***

