POJOKSATU.id, KARO - Kawasan Gunung Sinabung yang berada di daerah Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kerap menjadi perhatian wisatawan.

Meski belum bisa mendaki gunung tersebut, sekitaran Sinabung sudah menjadi tempat wisata bagi warga lokal.

Jelang libur akhir tahun 2023, pemerintah Kabupaten Karo mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk menghindari area kawasan Gunung Sinabung.

Baca Juga: Dunia Hiburan Korea Berduka Atas Tewasnya Lee Sun Gyun, Berbagai Acara Film dan Drakor Sepakat Ditunda

Pasalnya, kondisi intensitas curah hujan tinggi dapat menimbulkan bahaya.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia, area Gunung Sinabung sedang dalam status level II (waspada) dan tingginya curah hujan berpotensi menyebabkan erupsi, hujan abu, serta banjir lahar dingin. Hal ini juga dikarenakan adanya endapan abu vulkanik dan material hasil erupsi sebelumnya," tulis Pemkab Karo melalui unggahan Instagram @disbudporaparkaro, pada Rabu (27/12/2023).

Masyarakat dan wisatawan atau pengunjung tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 4,5 km untuk sektor selatan Gunung Sinabung.

Baca Juga: Hasil Akhir UKMPPG Daljab 2023 Periode 6, Sebanyak 47.955 Dinyatakan Lulus dan Segera Punya Serdik, Cek Daftar LPTK se-Indonesia di Sini!

Gunung berapi ini sudah delapan kali mengalami gempa vulkanik pada bulan Desember tahun 2023 yang membuat aktivitas wisata di sekitar Gunung Sinabung harus dihindari.

Pemerintah telah melakukan upaya evakuasi pada beberapa desa dan mengeluarkan imbauan bagi wisatawan atau pendaki agar menghindari area Radius 3 km dari puncak Gunung.

Potensi Ancaman Bahaya:

- Mengingat saat ini sedang musim hujan dan adanya bagian Gunung Sinabung yang mengalami inflasi, maka erupsi freatik berpotensi terjadi dengan ancaman lontaran batu terbatas pada radius 3 km dari pusar erupsi.

Baca Juga: BPBD Sumut Keluarkan 8 Himbauan terkait Potensi Bencana Pada Akhir Tahun 2023, Masyarakat Diminta Siaga

Erupsi freatik dapat terjadi tiba-tiba tanpa memperlihatkan tanda-tanda yang jelas dalam kegempaan Gunung api.

- Jika terjadi erupsi, maka awan panas berpotensi mengancam daerah dalam radius 4 km untuk sektor barat-selatan, dalam radius 5,5 km untuk sektor selatan-timur, dalam radius 4km untuk sektor timur-utara, dan dalam radius 3 km untuk sektor utara-barat dari puncak Gunung Sinabung.

- Ancaman hujan abu lebat dapat mencapai lebih dari 3 km, tergantung arah dan kecepatan angin.

- Banjir lahar akibat akumulasi endapan abu vulkanik atau material hasil erupsi di bagian lereng gunung api berpotensi terjadi, mengingat saat ini sedang musim penghujan.

Baca Juga: Gibran Dituding Curang oleh Netizen Dalam Debat Perdana Cawapres

Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung. ***