POJOKSATU.id - Kisah cinta Presiden Soekarno kerap mencuri perhatian. Perasaan cintanya pun tak selalu mendapat respon baik. Adakalanya sang Proklamator itu ditolak.

Tidak hanya Goesti Nurul yang menolak cinta Soekarno. Seorang pramugari pesawat kepresidenan pertama Indonesia, Dolok Martimbang, pada awal 1960-an ini pun menolak cinta Soekarno.

Dia adalah Irma Ottenhoff Mamahit. Saat itu, ia diterima sebagai pramugari pesawat kepresidenan.

Baca Juga: Bocoran Hasil Pembahasan PP Manajemen ASN 16 Januari 2024, PNS dan PPPK Leha-leha Minggir!

Untuk menjadi pramugari di pesawat VVIP Skadron 17 AURI itu tak mudah. Irma harus melewati serangkaian seleksi. Bila diterima, para calon awak pesawat akan bertemu dengan Presiden Sukarno.

Saat itu Irma sering bertugas bersama Kartini Manoppo, rekan kerjanya yang menjadi istri Soekarno.

Presiden Soekarno memang menyukai wanita yang tampak luwes dalam balutan busana nasional atau pakaian adat kebaya.

Suatu hari, setelah diterima sebagai pramugari, Irma menghadap Bung Karno. Dia memakai kain kebaya. Bung Karno melontarkan pujian.

Baca Juga: Sukses Produksi Hidrogen Hijau, Kini PLN Bangun Stasiun Pengisian untuk Kendaraan di Kawasan Senayan Jakarta

Bung Karno bahkan menyempatkan membungkuk dan membenahi wiru kain yang dipakai Irma. Lagi-lagi, Bung Karno melontarkan pujiannya.

Kerap bertemu saat di udara, rupanya membuat Bung Karno jatuh cinta pada Irma.

Bung Karno bahkan mengganti nama tengah Irma Ottenhoff yang dianggapnya kebarat-baratan menjadi Hidayana, akronim dari “taufik hidayah Tuhan”.

Baca Juga: Soeharto dan Kesan dari Masyarakat Timur, Dinilai Diktator Nan Sukses Juga Penindas Kejam

Irma ternyata tak menaruh perasaan lebih kepada Bung Karno. Dia mengatakan, lelaki berusia sebaya ayahnya tak menarik hatinya.

Irma juga menganggap, bila mencintai Bung Karno, dia akan menyakiti hati perempuan lain yang menjadi istri-istrinya. Bung Karno menghargai sikap Irma.

Pada akhirnya, Presiden Soekarno harus merelakan cinta yang dimilikinya bertepuk sebelah tangan.

Namun tak lama Irma terpikat oleh seorang duda yang usianya terpaut jauh darinya.

Lelaki tersebut berlawanan politik dengan Bung Karno. Sayangnya, Irma tak menyebut nama suaminya itu dan lawan politik seperti apa yang dimaksud.

Baca Juga: Pelabuhan Ratu Nih, 12 Spot Wisata Mancing di Laut Ini Jadi Favorit dan Terbaik, Tarikan Ikan Pasti Mantap, Gratis Semua!

Mendengar hal ini, Sukarno murka. Irma diperintahkan menghadap ke Istana.

Tak lama setelah menikah, suami Irma ditahan selama enam bulan. Lagi-lagi, Irma tak menjelaskan pula perihal kasus apa suaminya ditahan.

Irma menghadap Bung Karno. Meminta pertolongan.

Bung Karno memaklumi hal ini. Dia mengizinkan Irma untuk menjumpai suaminya di penjara. Tapi Bung Karno memberikan syarat agar Irma mengawasi dan menjamin suaminya.

Baca Juga: Anies Janji Akan Melanjutkan Program Jokowi yang Dinilai Baik

Rumah tangga Irma tak bertahan lama. Mereka bercerai. Irma kemudian menikah kembali dengan seorang pegawai Hotel Indonesia.

Selain Irma, Bung Karno pernah jatuh cinta pada pramugari Garuda Indonesia yang kemudian diminta bertugas di pesawat kepresidenan Dolok Martimbang, yakni Kartini Manoppo.

Kata Irma, Kartini merupakan kawannya. Mereka pun sering terbang bersama.

Irma tahu, antara Bung Karno dan Kartini ada sesuatu. Gelagat itu terlihat. Jika istri Bung Karno naik pesawat, Kartini tak pernah ikut terbang. Namun Irma tak tahu apakah Kartini menikah dengan Bung Karno atau tidak.

Baca Juga: Gerakan Sumut Menanam Beri Bantuan Bibit ke Petani, Pj Gubernur Hassanudin Temukan Berbagai Masalah di Karo

Menurut Reni Nuryanti dalam bukunya Perempuan dalam Hidup Sukarno, Bung Karno melihat wajah Kartini melalui lukisan Basuki Abdullah yang dipamerkan pada 1959.

Kartini merupakan model lukisan Basuki. Kartini pertama kali berkenalan dengan Bung Karno ketika penerbangan ke Surabaya. Kartini kemudian dinikahi Bung Karno.

Selain Irma Ottenhoff Mamahit dan Kartini Manoppo, Presiden Soekarno juga pernah dekat dengan pramugari lainnya.

Baca Juga: Penting! Daftar Caleg DPRD Kabupaten Kuningan 2024 dari PPP

Pramugari tersebut adalah Baby Huwae. Baby Huwae adalah seorang aktris dan peragawati yang masih keponakan menteri kesehatan, Gerrit Siwabessy.

Nama Baby melejit sebagai bintang film Asrama Dara karya Usmar Ismail. Soekarno memanggilnya ke istana dan menawari Baby karier baru sebagai pramugari di Dolok Martimbang.

Bung Karno bahkan sudah menuliskan memo kepada menteri perhubungan, Ir. Sutato untuk memuluskan jalan Baby sebagai pramugari.

Baca Juga: Pj Gubernur Jabar: SDM Harus Sehat dan Cerdas

Sayangnya, keinginan itu ditentang oleh ayah Baby. Ia melarang keras putrinya menjadi pramugari pribadi Bung Karno.

Meskipun gagal menjadikan Baby sebagai pramugari pribadi, Soekarno masih mencoba melamar gadis itu. Namun ia berkali-kali menolak lamaran Soekarno.

Kecemburuan Soekarno bahkan pernah membuat hubungan Baby dengan seorang pria kandas. Presiden pertama itu pun sempat memberikan nama yang indah baginya, yaitu Lokita Purnamasari.

Baca Juga: Cak Imin Kena Slepet Khofifah, Pasca Sebut Ragukan Ke-NU-an Masyarakat yang Tak Pilih Amin

Baby Huwae sering disebut sebagai salah satu perempuan cantik yang sering keluar masuk istana untuk menemui Soekarno. Ia juga digosipkan pernah dinikahi Bung Karno. Namun, Baby menampik kabar tersebut dalam berbagai wawancara. ***