POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— UPTD Puskesmas Panyabungan Jae Kecamatan Panyabungan Mandaliling Natal (Madina) membuat gebrakan inovasi Tor-tor Libas TB.

Inovasi bidang kesehatan terkait penyakit Tuberculosis (TB) ini telah menghantarkan Puskesmas Panyabungan Jae bersaing ketat dengan inovasi dari daerah lain di Sumut.

Puskesmas Panyabungan Jae saat ini masuk 10 besar Lomba Inovasi Daerah Sumatera Utara 2024 dan kemungkinan pemenangnya akan diumumkan dua pekan lagi oleh Plt Gubernur Hasanuddin.

Lomba Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024 digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga: Bukan 24 Juni, KemenPAN RB Akhirnya Umumkan Jadwal Pendaftaran CASN 2024, BKN Tetapkan Formasi PPPK 2024 dan Formasi CPNS 2024, Cek di Sini

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, dr Faisal Situmorang, dihubungi Kamis (13/6/2024) menerangkan awal mula munculnya inovasi ini karena pihak Puskesmas Panyabungan Jae menemukan pasien TB dan kepatuhan pengobatannya yang rendah.

Sementara penyakit TB ini tak bisa dianggap sepele, karena penyakit TB ini bersifat menular nomor dua terbesar di dunia.

Dikatakan dr Faisal, penyakit TB ini juga termasuk salah satu penyakit menular yang sangat tinggi di Kecamatan Panyabungan, termasuk di wilayah Panyabungan Jae.

“Puskesmas Panyabungan Jae lalu membuat inovasi meningkatkan cakupan penemuan kasus TB dan meningkatkan cakupan keberhasilan pengobatan TB,” ujarnya.

“Inovasi ini ditemukan sejak 2019. Dan konsentrasinya di 2021 dan 2022. Dan ada perubahan-perubahan dari yang lama,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Update Penetapan NI PPPK 2023 dan NIP CPNS 2023, Ribuan Honorer Belum Dapat SK, Oh...Ini Loh Biang Keroknya

Inovasi Tor-tor LibasTB ini melibatkan masyarakat atau melibatkan kader dalam menemukan kasus TB dan pengobatannya di masyarakat di Kecamatan Panyabungan.

Pelaksanaannya melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan (kader TB) yang ada di setiap desa dan kelurahan, lintas program dan unsur lintas sektoral dan juga jejaring dan jaringan Puskesmas.

“Kader-kader terlatih ini memudahkan mengambil sampel dahak dengan terjun langsung ke masyarakat. Kader ini juga memastikan pasien sembuh atau taat minum obat selama 6 bulan dalam proses pengobatannya,” beber dr Faisal.

Di Puskesmas Panyabungan Jae sendiri sudah dibangun Pojok TB, ruang terbuka sebagai ruang tunggu pasien dan tempat pelaksanaan TB Day, dan juga ruang tunggu Poli TB.

Pojok TB ini merupakan ruang khusus untuk pengambilan dahak bagi terduga dan penderita TB.

Baca Juga: Bupati Madina Maju Pilgub Sumut Dampingi Bobby Nasution ke PKB, Wabup Atika Baik-baik Saja

“Puskesmas juga langsung menerapkan pemeriksaan HIV bagi yang positif TB. Sementara di beberapa kelurahan atau desa sudah ada Halte TB,” kata Plt Kadis membeberkan inovasi ini.

Terkait Lomba Inovasi Daerah ini, Tim Penilai Pemprov Sumut akan melakukan cek lapangan ke Puskesmas Panyabungan Jae pekan depan. Dan penentuan juara satunya akan dilakukan sekitar dua pekan lagi.

“Juaranya akan diumumkan Gubernur Sumut,” jelasnya.

Dikatakannya, Dinas Kesehatan Madina mendukung inovasi Tor-tor Libas TB di UPTD Puskesmas Panyabungan Jae sebagai upaya menurunkan insiden penyakit TB di masyarakat.

Baca Juga: Tersangka Ketua DPRD Madina Raih Suara Terbanyak Pemilu 2024 Dapil I, Empat Kali Menang Anggota Dewan

Inovasi ini dapat membantu pemerintah dalam pencapaian salah satu dari 12 indikator SPM bidang kesehatan yaitu pelayanan bagi terduga TB.

“Harapan kami dengan adanya inovasi ini, masyarakat akan lebih mudah dalam mengakses informasi dan edukasi serta pelayanan kesehatan terkait TB,” ujarnya.

Data TB Puskesmas Panyabungan Jae

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit menular oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan beberapa organ tubuh lainnya.

Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) UPTD Puskesmas Panyabungan Jae tahun 2019, persentase penemuan kasus pasien TB dari target 274 orang adalah sebesar 19 persen.

Sedangkan persentase keberhasilan pengobatan TB sebesar 66 persen di tahun itu.

Sementara tahun 2020, persentase keberhasilan pengobatan TB sebesar 66,3 persen. Lalu tahun 2021, persentase keberhasilan pengobatan TB sebesar 88,2 persen.

Di tahun 2022 meningkat lagi menjadi 95,9 persen. Sementara tahun 2023 persentase keberhasilan pengobatan TB menjadi 96,1 persen.

Sementara angka penemuan kasus TB di Panyabungan Jae pada tahun 2019 sebanyak 19 kasus. Pada tahun 2020 sebanyak 36,8 kasus, tahun 2021 sebanyak 33,7 kasus, tahun 2022 sebanyak 50 kasus dan tahun 2023 sebanyak 55,3 kasus.

Saat ini yang menjabat sebagai Kepala UPTD Puskesmas Panyabungan Jae adalah dr Yulida Nehri Lubis.***