POJOKSATU.id, SUMUT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah memutuskan sejumlah nama yang akan mengisi posisi Penjabat (Pj) Gubernur untuk sejumlah daerah di Indonesia.

Pj Gubernur yang sudah ditunjuk itu untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Utara.

Sosok Mayor Jenderal TNI (Purn) Hassanudin atau Mayjen Hassanudin ditunjuk sebagai Penjabat atau Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Penunjukan sebagai Pj Gubernur Sumut tersebut untuk menggantikan Edy Rahmayadi yang purna masa jabatannya pada 5 September 2023.

Baca Juga: Jamin Keselamatan Penghuni Apartemen, ICM Rutin Gelar Simulasi Evakuasi Bahaya Kebakaran

Mayjen Hassanudin merupakan Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda atau Pangdam IM pada April 2020.

Berikut profil lengkap Mayor Jenderal TNI (Purn) Hassanudin, pengganti Gubernur Edy Rahmayadi:

Mayjen Hassanudin merupakan perwira tinggi TNI yang menjabat sebagai wakil inspektur Jenderal Angkatan Darat (Wairjend)

Mayor Jenderal TNI (Purn), Hassanudin lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 7 September 1965.

Baca Juga: Babak I Persija vs Persib, Marko Simic Bawa Macan Kemayoran Sementara Unggul

Hassanudin merupakan seorang Purnawirawan TNI-AD yang terakhir menjabat Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat sejak 25 Februari 2022 hingga 24 Agustus 2023.

Ia juga sempat menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan dari 18 November 2020 sampai 25 Februari 2022.

Ia ditunjuk menjadi Pangdam I/Bukit Barisan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/911/XI/2020 tanggal 18 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Saat itu, Hassanudin menggantikan pendahulunya Mayjen TNI Irwansyah.

Baca Juga: Dapat Suntikan Dukungan, Partai Gelora Resmi Mendukung Prabowo di Pilpres 2024

Jenderal bintang dua yang sebelumnya menjabat Pangdam Iskandar Muda (IM) merupakan pria kelahiran Palembang.

Sebagai sosok prajurit alumni Akademi Militer dari Kecabangan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) tahun 1989, ia sosok profesional dalam meniti karir.

Salah satu bukti untuk itu adalah predikat lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Susreg XLI 2003.

Selain itu Mayjen Hassanudin juga lulusan Lemhannas 2015.

Layaknya prajurit yang meniti jalur tour of duty di TNI, banyak posisi dan amanah penempatan yang telah diemban.

Baca Juga: Putranya Jalani Operasi usai Terkena Blender, Baim Wong Anggap Teguran Agar Orang Tua Lebih Waspada

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat.

Hassanudin telah menjadi yatim sejak kelas 3 SD ketika ayahnya meninggal pada 1975.

Ibunya hanya seorang penyadap getah karet di Prabumulih. Saat SMP, Hasanuddin bersekolah di kota dan tinggal bersama pamannya.

Kendati begitu, untuk kebutuhan hidup sehari-hari, dia harus menjadi sendiri.

Selepas tamat SMP, Hasanuddin l pernah menghadapi dilema.

Baca Juga: Kanim Kelas I Khusus TPI Cirebon Luncurkan e-paspor

Dia ingin melanjutkan SMA tapi pamannya memintanya masuk ke Sekolah Pendidikan Guru atau SPG karena bisa mendapat beasiswa.

Pamannya bersikeras agar dia masuk ke SPG agar mudah diterima menjadi guru. Dia bahkan memarahi Hassanudin karena berkeinginan melanjutkan ke SMA.

Bibinya dari pihak ibu kemudian meminta Hassanudin tinggal bersamanya.

Dia pun akhirnya bisa melanjutkan ke SMA. Setelah lulus, Hassanudin kembali dihadapkan dilema besar.

Baca Juga: Zaskia Adya Mecca Terharu, Niat Bangun Masjid di Samping Rumah Terwujud, Ribuan Orang Ikut Berdonasi

Pamannya kembali meminta Hassanudin melanjutkan kuliah ke D1 PGSD. Kali ini dia manut.

Namun di pertengahan jalan, Hassanudin merasa menjadi guru bukan jalan hidupnya. Mimpi menjadi tentara yang dipendamnya bergejolak.

Hassanudin akhirnya memilih untuk mengakhiri studinya sebagai calon guru dan memantapkan niatnya untuk mengikuti seleksi Akademi Militer.

Dia lolos pendaftaran dan dinyatakan lulusan Akmil pada 1989. Dia ditugaskan di kecabangan Artileri Pertahanan Udara. ***