POJOKSATU.id, MEDAN - Masyarakat Kota Medan tengan menyoroti Kebun Binatang atau yang dikenal Medan Zoo, karena kondisi yang tidak terawat.

Diketahui bahwa Medan Zoo yang dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui salah satu BUMD miliknya yaitu PUD Pembangunan Kota Medan diduga mengalami krisis finansial.

Akibatnya, Medan Zoo semakin tak terurus. Hal ini dibuktikan dengan matinya 3 ekor harimau Sumatera yang menjadi koleksi di kebun binatang tersebut dalam kurun waktu 2 bulan, yaitu November-Desember 2023 lalu.

Baca Juga: Kapolres Humbang Hasudutan Pimpin Sertijab Wakapolres dan Lima Pejabat Lainnya

Medan Zoo juga diketahui memiliki utang untuk keperluan pakan satwa. Tak sampai disitu, pegawai PUD Pembangunan juga diketahui tidak digaji sejak Agustus 2023.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution memberikan responnya terkait kasus tersebut.

Dikatakan, menantu Presiden Joko Widodo itu, dari 5 unit usaha yang dikelola PUD Pembangunan Medan, terdapat 1 unit usaha yang profit dan dapat membantu keberlangsungan Medan Zoo.

Baca Juga: Prabowo: Ada Tukang Hasut Mau Ngadu Saya Sama Rakyat

Unit usaha itu pun diminta untuk membantu pakan satwa Medan Zoo dan gaji para pegawai PUD Pembangunan Medan.

“Kita kemarin itukan Medan Zoo dibawah BUMD PUD Pembangunan, dia yang bukan hanya membawahi Medan Zoo, tapi beberapa unit usaha lain. Kita lihat memang dari unit usahanya, saat ini hanya satu unit usaha profitnya bisa menutupi kegiatan usaha yang lain. Ini yang kita sampaikan, dari profit itu ditambahkan yang pertama adalah untuk satwa disitu dan para pegawai Medan Zoo,” ucap Bobby Nasution, seperti dikutip Pojoksatu, Jumat (12/1/2023).

Sementara itu, ditambahkan Bobby Nasution, jika ingin memberikan suntikan dana dari APBD Kota Medan ke Medan Zoo, langkah tersebut harus seizin DPRD Kota Medan terlebih dahulu.

Baca Juga: Honorer Ketar-ketir, Seleksi PPPK 2024 3 Periode Bakal Percuma, Pemda Pilih Buka Kuota CPNS saja

Oleh sebab itu, dirinya mendorong PUD Pembangunan Kota Medan maupun manajemen Medan Zoo agar segera melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk menyokong pendanaan.

"Suntikan dana dari Pemko berarti harus ada penambahan penyertaan modal kembali. Ijin dari DPRD dan masih banyak syarat lainnya, maka dari itu opsinya belum ada. Saya menyampaikan opsi ke BUMD untuk membangun kerjasama." ujar Bobby Nasution.

Saat disinggung apakah ada opsi untuk relokasi satwa hingga penutupan Medan Zoo melihat kondisi saat ini, Bobby menjelaskan pihaknya sudah memiliki beberapa pilihan. Untuk itu, pihaknya akan mempertimbangkan pilihan yang paling tepat.

Baca Juga: Sepanjang 2023, Sebanyak 3 Harimau Sumatera Mati di Medan Zoo, BKSDA Sentil Pemkot Medan untuk Perhatikan Kesejateraan Satwa

“Opsi-opsi pasti ada, beberapa opsi kita buat tentunya tadi harus melihat segala aspek. Opsi dibuka, ditutup, kita opsi relokasi, pastinya opsi-opsi yang sudah ada sudah kita list, nanti opsi yang paling tepat itu yang kita pilih,” katanya.

Saat ini, kata Bobby, Pemko Medan tengah melakukan perbaikan Medan Zoo secara terorganisir. Terkhusus, satwa yang saat ini kondisinya memprihatinkan.

“Kita perhatiannya melalui BUMD kita, kita sudah sampaikan juga beberapa aspek tentang Medan Zoo baik tentang hewannya dan satwa yang ada di dalam dan Medan Zoo secara keseluruhan. Ini step-stepnya mudah-mudahan, terus kita jalani langkah-langkahnya, terus lakukan Medan Zoo ini kita perbaiki secara terorganisir, yang pasti tujuannya satwa nya dulu,” pungkasnya.

Baca Juga: Seekor Harimau Sumatera Mati Di Medan Zoo, Pemerhati Lingkungan Desak Pemerintah Evaluasi Pengelolaan Kebun Binatang

Sebelumnya diberitakan, BKSDA menyebutkan bahwa pengelolaan konservasi di Medan Zoo tidak memenuhi standar.

Ternyata, polemik di Medan Zoo tak hanya itu, terungkap bahwa Perusahaan Daerah milik Pemko Medan itu juga berhutang pakan hewan hingga pegawainya tak digaji.

Polemik itu diungkap Manajer Medan Zoo Pernius Harefa. Ia mengaku saat ini Medan Zoo sudah berhutang pakan hewan pada vendor mulai Agustus hingga November 2023.

Pihaknya terpaksa berhutang karena tak sanggup membayar pakan hewan.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Ketumbar yang Wangi dan Lezat, Incaran Orang di Rumah!

“Karena nggak sanggup bayar pengadaan pakan satwa,” kata Pernius Harefa, Selasa (9/1) lalu.

Bukan hanya itu, ia juga mengaku bahwa pegawai Medan Zoo belum menerima gaji beberapa bulan terakhir. Mulai Agustus 2023 hingga saat ini, gaji pegawai Medan Zoo diketahui telah menunggak pembayarannya.

“Mulai Agustus hingga saat ini (gaji pegawai tidak dibayarkan), disebabkan minimnya pengunjung. Sementara sumber pendapatan Medan Zoo berasal dari tiket pengunjung (tidak ada bantuan dari Pemkot Medan),” pungkasnya. ***