POJOKSATU.id, MEDAN-Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi dan beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia.

Data Globocan mencatat pada 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.

Kanker serviks juga menjadi salah satu penyumbang kematian tertinggi pada perempuan setelah kanker payudara.

Bahkan, Indonesia adalah negara dengan kasus tertinggi kanker serviks di wilayah ASEAN.

Untuk itu diperlukan pencegahan sejak dini, salah satunya lewat imunisasi Human Pavilloma Virus (HPV) untuk anak perempuan pada usia sekolah dasar (SD) kelas 5 dan 6.

Baca Juga: Dipastikan Bu Nunuk 248.497 Guru Honorer tak Bisa Diangkat PPPK 2024, Pemda Kapok APBD-nya Oleng, Apakah UU ASN 2023 akan Direvisi?

Imunisasi ini akan terus digalakkan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), pada Agustus 2024, salah satunya di Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini tertuang dalam Kelas Jurnalis dengan tema ‘Siap Imunisasi HPV di BIAS 2024! Langkah Kecil Berdampak Besar, Lindungi Anak Perempuan dari Kanker Serviks’ di Medan, Rabu, 24 Juli 2024..

Ini diselanggarakan MSD Indonesia bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekaligus kegiatan edukasi bagi rekan jurnalis dan komunitas terkait urgensi peningkatan pemahaman seputar imunisasi HPV sebagai upaya pencegahan penyebaran kanker serviks di Indonesia.

Hadir Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, MKM dan Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou lewat zoom.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Hari ini Prediksinya Cerah Tanpa Adanya Turun Hujan

Juga yang hadir sebagai pembicara di Medan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Basarin Yunus Tanjung; Dokter Spesialis Anak, Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, Prof Ayodhia Pitaloka Pasaribu; Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Mellisa Handoko Wiyono.

Disebutkan untuk mempercepat pencapaian target eliminasi kanker serviks, pada 2023 Kemenkeas mengukuhkan Rencana Aksi Nasional (RAN) yang terdiri dari empat pilar, dengan Pilar 1 berupa pemberian layanan berisi kegiatan vaksinasi, skrining dan tata laksana.

Sebagai bagian dari pilar 1, Kemenkes menargetkan 90% anak perempuan usia 11 dan 12 tahun kelas 5 dan 6 atau setara, termasuk yang tidak bersekolah, menerima vaksin HPV lengkap.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenkes memberikan imunisasi HPV gratis bagi anak yang bersekolah, yang terintegrasi dengan BIAS.

Baca Juga: Masalah V BTS Belum Reda, McDonalds Ekuador Umumkan Kerja Sama dengan BT21, ARMY Kecam HYBE : Sesusah Itukah Enggak Collab sama Pendukung Zionis?

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Basarin Yunus Tanjung mengungkapkan realita bahwa di Sumut, saat ini capaian imunisasi HPV bagi anak kelas 5 wanita tahun 2023 baru mencapai 57,55%.

Minimnya informasi yang tepat, serta sejumlah kekhawatiran seputar imunisasi HPV masih menjadi penyebab keengganan masyarakat khususnya orang tua, untuk berpartisipasi dalam program ini.

Rendahnya capaian imunisasi tersebut, ditengarai karena mindset tentang imunisasi serta regulasi yang tidak bisa membuat pemerintah daerah mewajibkan warganya untuk imunisasi.

"Inilah mengapa, dibutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak untuk bisa bersama-sama mempercepat capaian imunisasi HPV, guna menekan laju penyebaran kanker serviks serta menjaga kualitas kesehatan generasi kita," tegasnya.

Baca Juga: Park Ji Won Mendadak Mundur dari Jabatan CEO HYBE di Tengah Perseteruan dengan Min Hee Jin, Sosok Lee Jae Sang Ditunjuk sebagai Penggantinya

Menurut temuan UNICEF dan AC Nielsen pada kuartal kedua tahun 2023, sekitar 38 persen orang tua enggan melakukan imunisasi karena takut terhadap imunisasi ganda atau lebih dari satu suntikan.

Sementara itu, sekira 12 persen mengaku khawatir terhadap efek samping dari vaksin1. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, karena berdampak pada target capaian imunisasi nasional.

Selanjutnya, Dokter Spesialis Anak, Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, Prof dr Ayodhia Pitaloka Pasaribu memaparkan, berdasarkan rekomendasi WHO, pemberian imunisasi HPV disarankan diberikan pada perempuan yang belum menikah atau belum aktif secara seksual agar perlindungannya bekerja lebih baik.

Berbagai penelitian pun menunjukkan bahwa imunisasi HPV pada anak aman dilakukan.

"Karenanya, penting bagi orang tua untuk membekali diri dengan informasi yang tepat dan akurat seputar kanker serviks dan imunisasi HPV, agar harapannya langkah pencegahan dapat segera diambil, untuk dapat melindungi anak perempuan kita dari bahaya kanker serviks," ujarnya.

Baca Juga: Modal Cair

Ayodhia menjelaskan, kanker serviks menjadi salah satu penyumbang kematian tertinggi pada wanita setelah kanker payudara.

Fakta di lapangan, pencegahan terhadap kanker serviks ini masih minim dilakukan. Imbasnya, penderita kanker serviks biasanya baru mengetahui penyakit yang dideritanya saat kondisi sudah stadium lanjut sehingga resiko kematian menjadi sangat tinggi.

“Gejala di awal yang tidak terlihat membuat upaya pencegahan dini bisa dilakukan dengan screening (papsmear). Hanya saya upaya ini masih sangat sedikit yakni 7,02 persen dari target 70 persen di tahun 2023,” ungkapnya.

Ayodhia menambahkan, beberapa penyebab potensi kanker serviks diantaranya karena inveksi human Papilloma virus (HPV) 99,7 persen, aktif secara seksual di usia dini (kurang dari 16 tahun) yang membuat potensinya meningkat 2 hingga 4 kali lipat, pasangan seks berganti-ganti dan juga kebersihan diri serta rendahnya kekebalan tubuh.

Pemberian vaksin HPV diyakininya bisa menjadi pencegah dini kanker serviks.

Baca Juga: ARMY Bingung Mau Unfollow atau Tetap Follow V BTS usai Postingan Kentang McDonalds, Simak Pendapat Ustaz Shifrun

“Vaksin HPV terbukti efektif dan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap individu khususnya pada kejadian kanker serviks dan kanker lainnya yang berhubungan dengan HPV. Vaksin ini dibutuhkan agar virus ini bisa dicegah," tuturnya.

Dia juga mengatakan imunisasi HPV terbilang aman, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Karena efek sampingnya sama seperti imunisasi lainnya.

Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Mellisa Handoko Wiyono menambahkan vaksin HPV ini halal. "Vaksin ini sudah mendapat sertifikasi halal," tegasnya. ***