POJOKSATU.id, MEDAN-Suasana Sun Plaza Medan pada Minggu, 12 Oktober 2025, berubah menjadi lautan warna dan irama, saat lebih dari 700 penari tampil dalam ajang Indonesia Menari 2025.
Kegiatan tahunan yang diinisiasi Indonesia Kaya ini menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Sumatera Utara (sUMUT). Dan, bagian dari gerakan serentak di 11 kota di Indonesia dengan total lebih 8000 penari.
Dipandu oleh Hartati, koreografer sekaligus penata tari kontemporer ternama, para peserta menampilkan koreografi karya Bathara Saverigadi Dewandoro yang memadukan delapan lagu daerah dari berbagai provinsi, termasuk “Sinanggar Tulo” dari Sumut.
Baca Juga: Langkah Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Diapresiasi Simpul Aktivis 98
Gerak tari para peserta makin apik dengan semangat pertunjukan yang memadukan aransemen unsur tradisional dan kekinian dari Alffy Rev.
Dari hasil penjurian, kelompok tari Ai Ai Dance Company (AADC) keluar sebagai Juara 1 dengan hadiah uang pembinaan Rp15 juta.
Juara kedua disusul oleh Sanggar Sarai Sarumpun (Sumatera Barat) sebagai Juara 2 dengan uang pembinaan Rp12,5 juta dan juara 3 yaitu Medan Dance Conceptor dengan hadiah Rp10 juta.
Owner sanggar sekaligus koreografer AADC, Tengku Ariramana, menjelaskan, persaingan ajang ini cukup ketat.
Baca Juga: Duduk Lama di Kantor Bikin Pegal? Ini Pentingnya Menjaga Postur Tubuh Saat Bekerja
Namun, AADC mampu tampil memikat melalui koreografi yang memadukan unsur tradisional dan moderen dengan penataan pola lantai rapi, permainan level, serta teknik mirroring yang harmonis.
Ditambah dengan kostum berwarna putih dan hijau emerald dengan sentuhan ulos asli Medan menambah daya tarik visual tim ini.
AADC sendiri bukan kali pertama tampil di ajang Indonesia Menari. Tahun 2019, mereka juga menyabet juara 1, kemudian 2022 tampil solo dan masuk lima besar terbaik.
"Tahun ini kami senang sekali bisa mempertahankan prestasi di Indonesia Menari. Kompetisi ini bukan hanya soal menang, tapi juga soal bagaimana kita belajar mencintai budaya lewat gerak,” ujarnya usai pengumuman juara.
Baca Juga: Baca Buku Setiap Hari, Hidupmu Bisa Berubah! Ini Manfaat dan Rekomendasinya
Menurut Ariramana, proses latihan tim untuk ajang ini dilakukan intensif selama beberapa minggu dengan fokus pada teknik dan kesatuan rasa.
“Kami banyak berlatih memperkuat pola lantai, konfigurasi, permainan level, dan penekanan rasa gerak. Kami juga pastikan koreografi tetap sesuai aturan juri,” jelasnya.
“Persaingannya luar biasa. Semua tim hebat, terutama dari Sumatera Barat (juara kedua) yang punya basic silat kuat, gerakannya tegas dan detil. Tapi kami unggul di kekompakan. Dengan tujuh personel, pola lantai kami lebih variatif dan menyatu,” sambungnya.
Para anggota Ai Ai Dance Company yang tampil sebagai juara hari ini terdiri dari Fani Rama Lubis, Riana Aulia, Rizka Fadila Lubis, Sinta Marliana Silaloho, Gayus Tambunan, Reja Adiputra, dan Bagas Prayogi.
Baca Juga: Buruan Daftar, Lowongan Kerja Staf Perpustakaan Universitas Pertamina Tutup Besok
Ariramana juga menyampaikan harapannya agar Indonesia Menari dapat terus berkembang menjadi ajang kolaborasi budaya yang lebih besar.
“Semoga tahun-tahun mendatang makin banyak yang ikut. Kalau boleh saran, akan bagus kalau pemenang tiap kota dikumpulkan lagi untuk tampil di tingkat nasional. Itu akan memperkuat semangat kolaborasi lintas daerah,” tuturnya.
Dari Medan untuk Indonesia
Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel menjelaskan, Indonesia Menari 2025 merupakan bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya.
Kegiatan ini menampilkan penari dari 11 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Palembang, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Manado, Karawang, dan Bekasi.
Dia mengatakan bahwa antusiasme masyarakat di tahun ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan.
“Lebih dari 35 ribu orang mendaftar, dan 8.000 di antaranya tampil serentak di 11 kota. #MenariDiMall bukan sekadar ajang tari, tapi gerakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara inklusif dan menyenangkan,” ungkapnya. ***
