POJOKSATU.id, SUMUT - Sejumlah isu strategis disampaikan dalam pembukaan Pra Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2025, Zona Pantai Timur.

Adapun sejumlah isu strategis yang disebut Pj Gubernur Sumut, Hassanudin adalah hilirisasi industri pengolahan, kemiskinan, ketimpangan, urbanisasi, pengangguran, kewirausahaan dan pengembangan UKM, pemukiman kumuh, daya dukung dan tata ruang, pemenuhan kebutuan dasar seperti sanitasi dan air bersih.

Baca Juga: Hasil Sementara 10 Caleg DPR RI Dapil 2 Jabar Suara Terbanyak per 21 Februari, PKB Kalahkan Gerindra dan PKS, Deretan Artis tak Berdaya

“Forum Pra Musrenbang ini dilakukan agar setiap daerah yang ada di Pantai Timur yang termasuk dalam forum pra musrenbang melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi setiap perencanaan yang dibuat,"

"Karena hal ini harus kita diskusikan untuk dapat dirumuskan dalam program pembangunan daerah di masing-masing wilayah di Pantai Timur,” kata Pj Gubernur Hassanudin, di Aula Melati, Kantor Bupati Asahan, Selasa (20/2/2024).

Isu strategis lainnya, kata Hassanudin, adalah terbangunnya ruas Tol Tebing Tinggi-Indrapura-Limapuluh, dengan harapan ke depan akan terbangun Tol Rantau Parapat menyambung ke Tol Riau.

Baca Juga: Debit Air Tinggi Sebabkan Tanggul Sungai Sibarau Jebol, Sejumlah Dusun Di Sipispis Sergai Terkena Banjir

Selain itu ruas Tol Medan-Binjai-Stabat, yang terbangun sampai ke Langsa dan Aceh. Maka wilayah Pantai Timur akan terhubung dan menjadi pintu masuk arus barang dan orang, dari Provinsi Riau dan Aceh.

“Kita harus dapat memanfaatkan keuntungan lokasi ini dengan keberadaan infrastruktur jalan, keberadaan Pelabuhan Kualatanjung dan Belawan,"

"Kita juga berharap dapat menarik arus pergerakan barang dari Aceh dan Riau ke Sumatera Utara, sekaligus menjadi peluang menawarkan untuk berinvestasi di Sumatera Utara, sehingga akan terbangun pusat-pusat aglomerasi,” ujar Hassanudin.

Baca Juga: Nama Besar Djarot Saiful Hidayat Tenggelam di Persaingan Ketat Dapil Sumut 3, Hanya Nomor 5 di Partainya

Untuk itu, lanjut Hassanudin, iklim investasi harus tercipta kondusif dengan upaya memberikan upah buruh yang kompetitif, ongkos angkut yang murah, harga dan sewa tanah yang murah, bila dibandingkan provinsi lain.

Menurutnya hal-hal seperti ini mampu menaikkan daya saing Provinsi Sumut dibandingkan provinsi lain.

Untuk menjawab persoalan-persoalan di atas, penyusunan RKPD 2025 difokuskan pada empat isu utama yakni pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi inklusif dan pemerataan pembangunan, pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang berkualitas dan inovastif. ***