POJOKSATU.id, SUMUT - Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) berkomitmen kuat untuk tetap menjaga ketahan pangan di Sumut.

Terutama menjelang hari-hari besar dan juga kondisi-kondisi tertentu, seperti Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2024.

Saat ini harga bahan pangan terutama beras cukup fluktuatif di Sumut.

Baca Juga: Hasil All England 2024: Kalah dari Akane Yamaguchi, Jorji Gagal ke Semifinal, Deglo Juga Antiklimaks

Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Mineral per 4 Maret 2024, rata-rata harga beras di Sumut Rp14.204 /Kg.

"Kita terus pantau harga-harga pangan seperti beras, cabai, daging, telur dan lainnya, apalagi saat ini bulan Ramadan dan memang harga pangan dunia agak fluktuatif, tetapi kita berkomitmen untuk jaga stabilitas dan ketersediannya," kata Hassanudin, Jumat (15/3/2024).

Menurut Hassanudin, salah satu penyebab fluktuatifnya harga bahan pangan di Sumut, terkait distribusi. Ditambah memang meningkatnya harga pangan secara global karena perubahan cuaca.

Baca Juga: Gus Miftah 'Prabowo Sudah Terpilih Jadi Presiden, Kita Do'akan KDM Jadi Gubernur', Dedi Mulyadi Semakin Mantap Jadi Calon Gubernur

"Akan ada tekanan dari Januari hingga April, seperti kata Bapak Presiden harga bahan global sedang naik, ditambah saat ini sedang Ramadan dan kita akan berupaya menekan kenaikan dengan memangkas rantai distribusinya," kata Hassanudin.

Salah satu langkah pemerintah mejaga stabilitas pangan adalah dengan program bantuan. Menurut Presiden Joko Widodo, program ini akan berlanjut hingga Juni 2024.

"Udah dimulai Januari, dapat 10 Kg, Februari 10 Kg, Maret 10 Kg dan dilanjutkan April dapat lagi, Mei dapet lagi Juni dapet lagi, nanti kalau kita lihat APBN ada ruang akan kita lanjutkan," kata Joko Widodo.

Baca Juga: Belasan Santri Dicabuli di Pesantren, Pelakunya Dua Pimpinan Ponpes di Trenggalek, Polisi Pastikan Korbannya Terus Bertambah

Menurut Presiden RI Joko Widodo, perubahan iklim menjadi salah satu penyebab meningkatnya harga beras dunia. Bantuan ini diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat.

"Beras ini diberikan kepada bapak ibu karena harga beras sedang naik, bukan hanya di lndonesia tetapi seluruh dunia, karena ada perubahan iklim, ada yang panen gagal, hujan terlalu deras, kering terlalu panjang, banyak negara yang sama dengan kita yang gagal panen," kata Joko Widodo. ***