POJOKSATU.id - ASIAN Agri kembali menegaskan komitmennya terhadap inovasi dan keberlanjutan industri sawit nasional lewat partisipasinya dalam 10th Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum (IPOS Forum) 2025.
Pada IPOS Forum ke-10 Tahun 2025 yang digelar selama dua hari, 30-31 Oktober, di Hotel Santika Dyandra Premier Convention Center, Medan, Asian Agri menghadirkan benih unggul DxP Topaz.
Benih ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit dan menjadi andalan petani di berbagai daerah.
Baca Juga: Honda Scoopy Kuromi Hadir Sapa Penggemarnya di Bandung: Lucu, Funky, dan Cuma Ada Sedikit!
Head of Plant Breeding Asian Agri, Yopy Dedywiryanto, menjelaskan bahwa hingga saat ini lebih dari 200 juta kecambah Topaz telah ditanam baik di dalam maupun luar negeri.
“Tingginya permintaan ini menunjukkan kepercayaan petani terhadap kualitas Topaz," ujarnya.
Yopy menjelaskan, benih ini mampu menghasilkan hingga 24 ton tandan buah segar (TBS) per hektare pada tahun pertama, dan mencapai rata-rata 38 ton TBS per hektare pada tahun ketiga hingga keenam.
"Dengan rendemen minyak sekitar 28 persen, potensi produksi CPO bisa menembus 10 ton per hektare,” ungkapnya.
Baca Juga: Begini Ulasan BAB II Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 5, 'Buku Jendela Dunia
Selain varietas utama, Asian Agri juga memperkenalkan Topaz GT, benih unggul yang memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap penyakit Ganoderma.
Varietas ini telah diuji menggunakan isolat paling agresif di Oil Palm Research Station (OPRS) Topaz, memastikan daya tahan yang lebih kuat terhadap salah satu penyakit paling merugikan bagi tanaman sawit.
Yopy juga meluruskan kabar miring mengenai warna buah Topaz 1. “Tidak benar jika warna oranye menandakan kadar minyak rendah," tegasnya.
Baca Juga: Big Bang Fest 2025 Undang Puluhan Line Up, Nonton Konser 12 Hari Cuman Bayar 250 Ribu!
Dia menjelaskan hasil pengujian ribuan tandan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara buah oranye dan merah.
"Bahkan, buah oranye cenderung memiliki tonase TBS lebih tinggi,” timpalnya.
Ia menambahkan tanam kecambah unggul Topaz yang dirawat dengan baik, dijamin petani puas dan pasti naik kelas.
"Bibit unggul ini membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil panen, menekan risiko gagal produksi, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," tuturnya.
Baca Juga: Bambang Soesatyo Ungkap Menkeu Purbaya Buka Kotak Pandora Ekonomi yang Selama Ini Tertutup
Selain itu, Yopy mengatakan penggunaan bibit produktif dan tahan penyakit juga membantu mewujudkan praktik perkebunan berkelanjutan.
Dengan mengurangi risiko kehilangan hasil dan mencegah perluasan lahan baru, inovasi bibit seperti Topaz mendukung efisiensi agronomi yang ramah lingkungan.
"Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional menuju Indonesia Emas 2045 yang mandiri, berdaya saing, dan berketahanan iklim," tandasnya.
Baca Juga: Hindari Kesalahan Outfit Bagi Kalian yang Berhijab, Aurat Tetap Terjaga dan Bikin Nyaman
Dia mengurai, bibit Topaz 1, 2, dan 3 dapat diperoleh seharga Rp9.500 per kecambah, sedangkan Topaz GT dibanderol Rp19.000 per kecambah. Pemesanan dapat dilakukan melalui hotline 0823 1177 4500 atau email [email protected]
Yopy memaparkan, Asian Agri yang didirikan 1979 telah mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan dan mempekerjakan lebih dari 200.000 orang.
"Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektare kebun sawit," sebutnya.
Baca Juga: Update Daftar Daerah Sudah Menerima Pencairan TPG TW 3 2025, Cara Cek Apakah Wilayah Anda Termasuk
Asian Agri, lanjutnya, menerapkan kebijakan tanpa pembakaran, memanfaatkan energi hijau di pabriknya, serta mendukung petani plasma dan swadaya dalam meningkatkan produktivitas dan memperoleh sertifikasi keberlanjutan. ***
