POJOKSATU.id - Grab Indonesia meluncurkan GrabAcademy, platform pembelajaran yang dirancang untuk membantu Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, sekaligus membuka peluang penghidupan yang lebih luas.
Melalui program bertajuk “Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas”, GrabAcademy menghadirkan berbagai jalur pengembangan yang memungkinkan mitra memperluas kapasitas sesuai minat, kemampuan, dan aspirasinya.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Grab mengajak Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, pengguna, pemerintah, komunitas, dan mitra strategis untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pertumbuhan yang lebih inklusif.
Baca Juga: Hotspot Karhutla Turun 56 Persen, Tapi 12.880 Personel Masih Dikerahkan di Kalimantan
Platform ini pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi.
Seiring waktu, perannya diperluas menjadi wadah “Mitra Naik Kelas” dengan berbagai jalur pengembangan. Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, sementara lebih dari 204.000 mitra tercatat telah menyelesaikan seluruh modul wajib.
Untuk Mitra Merchant, GrabAcademy juga menyediakan kelas reguler secara daring dan pelatihan tatap muka. Materinya mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Kini, program tersebut memiliki lima jalur pengembangan bagi Mitra Pengemudi, yakni Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Beasiswa Mitra, Mitra Kreator, dan Mitra Instruktur.
Baca Juga: Launching Kantor Baru, RNews dan FWJI Jatim Gelar Jalan Santai Berhadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung
Lima Jalur untuk Mitra Pengemudi
1. Mitra Melaju: Peluang Beralih dari GrabBike ke GrabCar
Jalur Mitra Melaju memberikan peluang bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar. Salah satu dukungannya diberikan melalui program sewa kendaraan.
Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi ke kendaraan roda empat.
Salah satu mitra yang merasakan manfaat program tersebut adalah Erna Junita. Ia mengatakan akses terhadap kendaraan menjadi salah satu tantangan ketika ingin beralih ke GrabCar.
“Melalui GrabAcademy, saya memperoleh informasi mengenai proses dan persiapan yang dibutuhkan, sekaligus kesempatan mengakses kendaraan melalui program sewa," sebutnya.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Perkuat 30,85 Km Rel, 1.074 Titik Sambungan Dilas Flashbutt
2. Mitra Pengusaha: Dorong Mitra Bangun Usaha
Bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner, tersedia jalur Mitra Pengusaha.
Program ini memberikan pembelajaran mengenai dasar-dasar usaha, pemanfaatan sarana digital, pengelolaan operasional, serta penggunaan ekosistem GrabMerchant untuk mendukung perkembangan bisnis.
Sepanjang 2026, tercatat 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.
Daniel Tomeke menjadi salah satu mitra yang menjalani kedua peran tersebut. Ia mengawali perjalanan sebagai Mitra Pengemudi sebelum mengembangkan usaha kuliner.
"Menjadi Mitra Merchant membuka pilihan baru bagi saya. Saya tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai Mitra Pengemudi sambil membangun usaha yang saya harapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga,” katanya.
Baca Juga: Viral Sungai Barito Kering, BMKG Ungkap Tiga Penyebabnya, Tak Ada Dikaitkan Penebangan Hutan
3. Beasiswa Mitra: Buka Akses Pendidikan Tinggi
GrabAcademy juga menyediakan jalur Beasiswa Mitra. Program ini telah membuka akses pendidikan tinggi bagi 4.732 Mitra dan anak Mitra, salah satunya melalui kemitraan dengan Universitas Terbuka dan penyaluran oleh Benihbaik.com.
Program tersebut memungkinkan mitra melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar. Penerima manfaat mencakup keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum.
Program GrabScholar merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang telah diperluas ke lima negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Indonesia menjadi kontributor terbesar, dengan hampir 70 persen dari total dampak program di kawasan tersebut.
Rektor Universitas Terbuka, Prof Ali Muktiyanto menilai pendidikan tinggi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membuka mobilitas sosial.
“Bagi Universitas Terbuka, pendidikan tinggi bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh gelar, melainkan instrumen penting untuk membuka mobilitas sosial, meningkatkan kapasitas diri, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga negara,” ujarnya.
4. Mitra Kreator: Ubah Kreativitas Jadi Peluang
Jalur Mitra Kreator ditujukan bagi Mitra Pengemudi yang ingin membangun kehadiran digital dan mengembangkan kemampuan membuat konten.
Materi yang diberikan meliputi pengembangan persona, pencarian ide, dasar produksi dan penyuntingan video, pengelolaan interaksi dengan audiens, hingga pengenalan peluang monetisasi.
Sebanyak 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, sedangkan lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop.
Melalui jalur ini, pengalaman dan kreativitas mitra diarahkan menjadi karya yang bernilai sekaligus berpotensi membuka sumber penghasilan tambahan.
5. Mitra Instruktur: Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan
Jalur terakhir adalah Mitra Instruktur. Program ini memberikan kesempatan kepada Mitra Pengemudi berpengalaman dengan kemampuan komunikasi yang baik untuk berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, dan mendampingi mitra lainnya.
Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat mengikuti jalur tersebut. Sementara itu, sekitar 183 mitra telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.
GrabAcademy Juga Perkuat Kapasitas Mitra Merchant
Tak hanya Mitra Pengemudi, GrabAcademy juga menghadirkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha Mitra Merchant.
Programnya meliputi kelas reguler daring yang digelar sekitar 10 kelas setiap minggu. Materinya mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, serta media sosial.
Sepanjang 2025, kelas daring tersebut telah menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant.
Selain kelas daring, tersedia pula sekitar 10–12 sesi pelatihan tatap muka setiap minggu. Pelatihan ini menyasar Mitra Merchant baru maupun mitra yang ingin kembali meningkatkan aktivitas usahanya.
Materi yang diberikan antara lain pengelolaan profil toko, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, media sosial, serta pemanfaatan fitur berbasis AI. Pelatihan tersebut telah diikuti sekitar 1.200 Mitra Merchant dari Jakarta, BSD, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Bandung.
Mitra Merchant juga dapat mengakses artikel dan video singkat berdurasi satu hingga lima menit melalui Merchant Resource Center. Materi edukasi tersedia pula melalui aplikasi GrabMerchant, WhatsApp, surat elektronik, serta kanal YouTube @GrabAcademyMerchant.
Sementara itu, melalui pelatihan kolaboratif dan program Kejar CUAN, Grab menggandeng pemerintah daerah, komunitas UMKM, serta mitra eksternal untuk membekali pelaku UMKM dan Mitra Merchant dengan keterampilan memanfaatkan GrabFood, GrabMart, promosi, periklanan, dan teknologi.
Baca Juga: Bintang Vela
Peluncuran GrabAcademy menjadi bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026.
Sebelumnya, Grab telah menghadirkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Pengemudi berprestasi serta memberikan apresiasi melalui Bonus Hari Raya 2026.
Pengembangan GrabAcademy menjadi langkah lanjutan untuk memperluas akses peningkatan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka kesempatan bagi mitra untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing,” kata Maman saat peluncuran Grab Academy.
Baca Juga: Cek Jenis Tes Fisik Sekolah Kedinasan 2026, Ada IPDN, STIN, Poltek SSN hingga Kemenhub
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa konsep “naik kelas” tidak harus ditempuh melalui satu jalur yang sama.
“Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” ujar Neneng.
GrabAcademy dapat diakses melalui portal resmi GrabAcademy. Sementara itu, Program Mitra Naik Kelas hanya tersedia bagi Mitra Pengemudi Grab dan pendaftarannya mengikuti persyaratan masing-masing jalur.
Informasi pembelajaran untuk Mitra Merchant tersedia melalui aplikasi GrabMerchant, Merchant Resource Center, kanal komunikasi resmi GrabMerchant, dan YouTube @GrabAcademyMerchant.
“GrabAcademy lahir dari aspirasi para mitra yang ingin terus belajar dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang praktis dan relevan agar mereka dapat meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan menjajaki peluang baru sesuai aspirasi masing-masing,” ungkap Neneng. ***
