POJOKSATU.id, GELOMBANG aksi penyampaian sikap yang berlangsung di berbagai kota Indonesia dalam beberapa hari terakhir berdampak pada mobilitas dan keselamatan masyarakat, termasuk Mitra Grab.

Menyikapi kondisi ini, Grab Indonesia resmi meluncurkan Grab Respon Cepat (GERCEP), sebuah inisiatif darurat terpadu yang dirancang untuk memastikan keselamatan Mitra Pengemudi tetap terjaga.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa keselamatan Mitra adalah prioritas utama.

Baca Juga: Kabar Baik : Pendaftaran Beasiswa Utama LPS 2025 di USU Diperpanjang hingga 14 September, Cek Syarat-syaratnya

“Kami ingin Mitra tahu bahwa mereka tidak pernah sendirian. Dengan saluran khusus darurat, dukungan medis, psikologis, hingga pendampingan langsung di lapangan, Grab hadir sebagai keluarga besar yang selalu siap melindungi,” ujar Neneng dalam siarapn pers-nya.

Tiga Pilar Utama GERCEP

Mulai 2 September 2025, Mitra di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan layanan darurat ini melalui tiga kanal utama:

-Hotline Darurat Khusus – 021-2350-7032, dengan agen terlatih dan eskalasi cepat ke tim krisis.

-HelpCenter “Bantuan Tanggap Darurat” – berisi artikel panduan, formulir laporan, dan tombol “Hubungi Kami” (grb.to/gercep).

-LiveChat di HelpCenter – obrolan instan dengan agen khusus yang siap siaga 24 jam.

Baca Juga: Umumkan Sakit hingga Dirawat di Rumah Sakit, Prilly Latuconsina : Tubuh Sudah Lama Kasih Alarm

Selain kanal pelaporan, Grab juga menghadirkan berbagai bentuk perlindungan, di antaranya:

-Perlindungan Medis & Psikologis: biaya perawatan ditanggung penuh serta konseling bagi Mitra dan keluarga.

-Kemudahan Operasional: mekanisme insentif lebih fleksibel saat terjadi banyak pembatalan order.

-Pendampingan Lapangan: tim Satgas Grab siap mendampingi Mitra di rumah sakit dan membantu komunikasi dengan keluarga.

-Peringatan Lokasi Rawan: notifikasi dalam aplikasi untuk menghindari jalur berisiko.

Baca Juga: Mengapa Mahasiswa Wajib Punya LINKEDIN? Bukan Mau Cari Jodoh, Ini Peluang UNJUK SKILL yang Bisa Dibangun

Nenang Goenadi menjelaskan inisiatif ini bukan hanya soal menjaga kelancaran layanan, tetapi juga bentuk kepedulian Grab terhadap Mitra dan keluarganya.

“Kami ingin Mitra tahu bahwa mereka tidak pernah sendirian. Dengan tiga pilar utama saluran khusus darurat di GrabSupport, livechat, kemudahan operasional, hingga dukungan medis dan psikologis, Grab hadir sebagai keluarga besar yang selalu siap melindungi," jelasnya.

Grab menyebut kasus-kasus nyata yang dialami Mitra akibat benturan di lapangan, termasuk korban yang harus dirawat intensif bahkan meninggal dunia.

Baca Juga: Agnez Mo Cover Lagu Ibu Pertiwi, Ajak Masyarakat Tenang di Tengah Demo DPR

“GERCEP lahir dari nilai kemanusiaan. Di balik setiap helm dan mobil, ada keluarga dan kehidupan yang harus dijaga,” tegas Neneng.

Fitur “Traktir Driver”

Selain layanan darurat, Grab juga meluncurkan fitur “Traktir Driver” di GrabFood. Melalui fitur ini, konsumen dapat membeli menu khusus untuk Mitra Pengemudi sebagai bentuk dukungan. Saat ini, lebih dari 6.000 merchant telah berpartisipasi.

 

Sebelumnya, Grab telah memiliki Incident Response Team (IRT) dan Satgas yang fokus pada respon keamanan. Namun, dalam kondisi khusus seperti gelombang aksi, diperlukan saluran tambahan agar laporan darurat tidak tercampur dengan insiden rutin.

Baca Juga: Agnez Mo Cover Lagu Ibu Pertiwi, Ajak Masyarakat Tenang di Tengah Demo DPR

"Kami juga mengajak seluruh mitra dan keluarga besar Grab untuk tetap tenang, selalu mengutamakan keselamatan, saling menjaga dan menguatkan, serta aksi penyampaian sikap di
berbagai daerah berjalan damai," pungkasnya. ***