POJOKSATU.id - Grab Indonesia mengungkap potret terbaru ekosistem on-demand di Tanah Air dengan total 3,7 juta Mitra Pengemudi terdaftar hingga Desember 2025.

Data ini menegaskan besarnya peran ekonomi digital, khususnya sektor ride-hailing dan pengantaran online, yang menurut Studi ITB (2023) menyumbang Rp382,62 triliun atau sekira 2 persen terhadap PDB Indonesia 2022.

Sementara laporan Oxford Economics (2024) menyebut Grab berkontribusi sekitar 50 persen di industri transportasi dan pengantaran online nasional.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meluas, WNI Terjebak di Bandara Madinah dan Dubai

Meski jumlah mitra terdaftar mencapai jutaan, partisipasi aktif bersifat dinamis. Data internal menunjukkan sekitar 700–800 ribu mitra atau 19–22 persen menyelesaikan minimal satu order dalam bulan berjalan, dengan angka yang fluktuatif setiap bulan.

Kondisi ini mencerminkan karakter alami gig economy, di mana fleksibilitas menjadi fondasi utama. Terdaftar sebagai mitra tidak selalu berarti aktif setiap hari, karena sebagian besar mitra menyesuaikan intensitas kerja dengan kebutuhan ekonomi masing-masing.

Mayoritas mitra memang menjadikan platform sebagai sumber penghasilan tambahan. Lebih dari 80 persen Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67 persen Mitra Pengemudi Roda 4 memanfaatkan Grab sebagai penghasilan sampingan.

Baca Juga: Dikabarkan Terjebak di Dubai saat Iran Melakukan Serangan Balasan terhadap AS-Israel di UEA, Agnez Mo: Jangan Buat Suasana Makin Memanas, Aku Aman

Pada kategori roda empat, sekitar 10–11 persen menjadikannya sebagai nafkah utama dengan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dan rata-rata 11 order per hari.

Sementara 21–22 persen memperoleh Rp4–10 juta per bulan dengan sekitar 7 order per hari. Sisanya berada pada kategori penghasilan tambahan Rp1–4 juta per bulan hingga penghasilan sesekali di bawah Rp1 juta per bulan.

Pada kategori roda dua, sekitar 1–2 persen mitra memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dengan rata-rata lebih dari 28 order per hari.

Sekira 14–15 persen berada pada kisaran Rp4–10 juta per bulan dengan rata-rata 15 order per hari. Adapun 41–42 persen memperoleh Rp1–4 juta per bulan dengan durasi kerja 2–4 jam, dan 42–43 persen lainnya masuk kategori penghasilan sesekali dengan durasi 1–2 jam per hari atau hanya akhir pekan.

Baca Juga: JK Ingatkan Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Minyak Naik, Impor Terancam dan Logistik Lumpuh

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan fleksibilitas adalah wajah nyata gig economy di Indonesia.

“Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara sebagian kecil menjadikannya nafkah utama. Tingkat produktivitas ini dinamis dan dapat berubah setiap bulan sesuai fase kehidupan masing-masing,” ujarnya dalam keterangannya.

Neneng menambahkan, kebijakan dan program dukungan Grab dirancang berbasis tingkat produktivitas agar adil dan proporsional.

Dalam momentum Ramadan, Grab juga menghadirkan program apresiasi “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis” bagi 105 mitra pengemudi berprestasi.

Baca Juga: MUI Desak Pemerintah Keluar dari BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Kutuk Pelanggaran Hukum Internasional

Lima mitra inspiratif telah menerima paket umrah gratis, dan 100 paket lainnya akan diberikan secara bertahap sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka.

Kelimanya, Mpok Fika, relawan juru bahasa isyarat dan bagian dari Komunitas Mitra Tuli Grab; Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado yang turut menjangkau daerah sulit; Yusuf, pendiri komunitas relawan yang membantu keluarga prasejahtera, lansia, dan pedagang kecil; Syamsudin.

“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para Mitra Pengemudi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama," tutur Neneng.

Baca Juga: Truk Bermuatan Solar Terjun dari Jembatan Tol Mojokerto, Muatan Tumpah dan Sopir Alami Luka-luka

Sementara itu, Syamsudin mengaku benar-benar bersyukur dan kaget dengan hadian umrah ini.

“Saya jujur kaget dan tidak pernah menyangka perjalanan saya bersama Grab bisa sampai di titik ini. Saya merasa mendapatkan kesempatan yang berharga," sebutnya.

Baginya, ini bukan hanya tentang umrah, tetapi tentang merasa dihargai atas setiap usaha dan konsistensi yang saya jalani selama ini.

"Apresiasi ini memberi semangat baru bagi saya untuk terus bekerja dengan sepenuh hati dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus melangkah,” jelasnya.

Dengan ini, Grab menegaskan komitmennya melalui inisiatif “Grab untuk Indonesia” untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial.

Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu Cair? Pemprov Jabar Siapkan Rp60,8 Miliar, Tinggal Tunggu PP

Dengan mempertahankan fleksibilitas yang adil dan sistem yang proporsional, Grab berharap ekonomi digital Indonesia tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga semakin inklusif dan berkelanjutan bagi jutaan mitra dan keluarganya. ***