POJOKSATU.id, DELI SERDANG - Kelompok perempuan yang tergabung dalam Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) Sumatera Utara (Sumut), membentuk Rumah Nutrisi Keluarga (Rumah Nusa) sebagai upaya menghadapi krisis iklim dan Pemberdayaan Perempuan di Sumut.

Dengan menutup Kelas Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPA MUDA) angkatan pertama (2022-2023), HAPSARI mengadakan Festival Rumah Nusa, untuk ketahanan iklim dan ketahanan pangan keluarga.

Demikian, dijelaskan Lely Zailani dalam laporan panitia Festival Rumah Nusa, didampingi Sri Rahayu, di Denai Kuala Pantai Labu Deli Serdang, Rabu (25/7/2023) kemarin.

Baca Juga: Megatransfer Mbappe Gagal, Al Hilal Kini Targetkan Playmaker PSG

Rumah Nusa adalah kegiatan menanam yang digerakkan oleh Anggota KELAPA MUDA.

"Kami menanam dengan pengetahuan, untuk udara bersih segar dan sehat, sekaligus menyediakan sumber pangan dan obat-obatan untuk keluarga." ujar Sri Rahayu yang juga Ketua KELAPA MUDA di Desa Denai Kuala.

Rumah Nusa dan Literasi Iklim
Fenomena cuaca ekstrem, ujar Lely Zailani, dapat dilihat melalui curah hujan yang tinggi hingga banjir dan badai, arah dan kecepatan angin tidak menentu.

Atau suhu udara yang sangat panas hingga munculnya berbagai penyakit, merupakan dampak nyata perubahan iklim, menjadi krisis iklim yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.

Baca Juga: Masyarakat Kota Medan Mengeluh Kelangkaan Gas 3 Kg, Wali Kota Bobby Nasution Sidak Pangkalan di 2 Kecamatan

"Sayangnya, literasi iklim kita rendah, apalagi untuk perempuan. Padahal, dampak paling mengerikan dari perubahan iklim justru akan dihadapi oleh kelompok masyarakat dari keluarga miskin, terutama perempuan dan anak perempuan," katanya.

Ketika sawah-sawah kebanjiran dan menyebabkan gagal panen, atau kekeringan yang menyebabkan tanaman berhenti berbuah, maka perempuan kehilangan akses ke sumber-sumber pangan dan tanaman obat bagi keluarga.

Ketika mata air dan sungai mengering atau kran air di fasilitas umum berhenti menetes, perempuan kesulitan mendapatkan air bersih untuk memasak.

Baca Juga: SuperAdvenuture Superpreneur Meet Up : Gofar Hilman Siap Edukasi Entrepreneur Muda di Medan, Catat Tanggalnya

Lely Zailani melanjutkan, hal tersebut membuat beban perempuan semakin berat, tapi (kebanyakan) laki-laki, para suami tidak merasa terganggu dengan hal itu, karena peran gender mereka tidak diposisikan untuk bertanggungjawab mengurus rumah tangga.

"Itulah kenapa HAPSARI bersama KELAPA MUDA Denai Kuala, membuka kelas iklim kegiatannya membuat Rumah Nusa dengan menanam berbagai tanaman," ujar Lely Zailani.

Melalui Rumah Nusa, katanya, dilakukan aksi-aksi untuk ketahanan iklim dan antisipasi rawan pangan. Tidak hanya menanam, tetapi juga mengembangkan literasi iklim, sekaligus melakukan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Belum Banyak Venue Mengusung Konsep Pernikahan Semi Outdoor di Kota Medan, 2 Tempat ini Bisa Jadi Pilihan

Kolaborasi untuk Ketahanan Iklim dan Pangan
Festival Rumah Nusa yang digelar merupakan kerja kolaborasi antara HAPSARI dengan pemerintah daerah kabupetan Deli Serdang, Perguruan Tinggi dan media massa/jurnalis.

Sedikitnya 8 Dinas terkait berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mulai dari Dinas P3AP2KB yang menjadi fasilitator dan menggerakkan kolaborasi antar dinas terkait, seperti Dinas Ketapang, Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kominfostan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas PMD, Dinas Perpustakaan dan Arsip, hingga Kepala Bapedalitbang.

Festival Rumah Nusa dibuka oleh Ibu Bupati yang juga Ketua TP PKK Deli Serdang Hj Yunita Ashari Tambunan. Pada kesempatan tersebut HAPSARI memberikan penghargaan kepada Yunita sebagai “BUNDA RUMAH NUSA”.

Selain komunitas perempuan anggota HAPSARI dari Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Labuhanbatu, Festival Rumah Nusa juga dihadiri oleh seluruh Kepala Desa di kecamatan Pantai Labu.

Baca Juga: Tak Ada di Tempat Saat Disambangi, Polda Sumut Bantu Proses Laporan Dugaan Pemerkosaan Anak Deasy Natalia

Berbagai organisasi jejaring HAPSARI turut hadir sebagai mitra dalam kolaborasi kegiatan ini, diantaranya Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Sumatera Utara, Guru Besar USU Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE., M.Si bersama mahasiswa KKN Tematik.

Ada juga Jaringan Perempuan Untuk Kesejahteraan (JaPUK) Sumut, Majelis Cendekiawan Muslimah wilayah Sumatera, Rumah Literasi RANGGI, Yayasan Nurani Luhur Masyarakat, Dharma Wanita Persatuan dan PKK Kecamatan Pantai Labu serta media.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Deli Serdang, Dr. Ir. Remus Hasiholan Pardede, M.Si mengatakan bahwa Festival Rumah Nusa merupakan sebuah upaya kreatif dan kolaboratif inovasi pemberdayaan perempuan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan berbasis keluarga di Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, Inalum Sosialisasi Penanganan Stunting di Kawasan Perusahaan

“Festival ini merupakan langkah solutif dan kontributif yang dilakukan HAPSARI bersama masyarakat dan patut mendapatkan apresiasi dari semua pemangku kepentingan." ujar Remus.

Ditambahkannya, pemerintah sangat terbantu dengan inovasi yang bangkit dari rakyat sendiri seperti ini, guna mendongkrak pencapaian berbagai target pembangunan dan indikator program pemerintah.

"Khususnya dalam diversifikasi dan ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, bahkan peningkatan ekonomi berbasis keluarga." tutupnya. ***