POJOKSATU.id, PANYABUNGAN -- Demi mencegah anak-anak kecanduan handphone (Hp), Pemerintah Kecamatan Tambangan menggelar Festival Permainan Leluhur atau Tradisional anak-anak.
Festival permainan anak-anak ini digelar di Desa Muara Mais, Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Kamis (6/6/2024).
Secara simbolis festival permainan ini dibuka oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di Alaman Bolak Muara Mais.
Selain membuka festival permainan leluhur, acara ini juga sekaligus pemberian makanan tambahan pada anak dan balita.
Baca Juga: Warning untuk Haters, Agensi ADOR Ancam Ambil Langkah Hukum terhadap Pembully NewJeans
Adapun permainan anak yang difestivalkan antara lain engrang, terompah gajah, terompah panjang, congkak dan lomba mewarnai.
Festival ini mengusung tema : Marmayam Keta, Marhape Em Majolo atau Bermain Ayo, Main Hp Ogah.
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Nasution dalam sambutannya mengatakan permainan ini membentuk kekompakan, kerjasama, dan silaturahmi diantara anak-anak. Kegiatan ini akan menjadi memori yang mereka ingat hingga 20 tahun ke depan.
"Kita mendukung program ini. Program inovatif dari Kabupaten Mandailing Natal, " jelasnya.
Baca Juga: Fifth Avenue
Wabup mengatakan, bagi desa yang belum punya alaman bolak atau lapangan luas tempat bermain, agar dianggarkan dari dana desa. Nantinya lapangan ini bisa dijadikan aset desa.
"Kegiatan seperti ini perlu kita buatkan Perbup. Sehingga nantinya menjadi Perda sehingga punya dasar hukum. Saya yakin Perda ini akan didukung DPRD Madina karena kegiatan ini sangat inovatif," tegas Wabup.
Pada sisi lain, Wabup juga menekankan bahwa stunting sangat penting untuk dicegah. Dimana stunting hanya bisa ditolong sampai umur 2 tahun. Dimana beberapa cirinya lamban berpikir, malas sekolah sehingga ke depan bisa menjadi beban keluarga dan negara.
Untuk mencegah stunting ini agar
dari dana desa betul-betul dianggarkan," ujarnya.
Sementara itu, Camat Tambangan Enda Mora Lubis dalam sambutannya mengatakan, gagasan festival ini berasal dari seluruh kepala desa yang didukung oleh pemerintah Kecamatan Tambangan.
"Tingginya angka pemakaian Hp di kalangan anak-anak menjadi perhatian bagi Pemerintah Kecamatan Tambangan," ujarnya.
Menurut Camat Tambangan, beberapa
dampak negatif pemakaian Hp antara lain bisa merusak saraf, merusak mata dan menghilangkan jiwa sosial anak-anak.***




