POJOKSATU.id, MEDAN-Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr Ismurizal SpF, membeberkan wartawan di Karo, Rico Sempurna Pasaribu beserta istrinya, Efprida Boru Ginting, anaknya SP (13), dan cucu LS (3) masih hidup sebelum rumah dibakar pelaku.

dr Ismurizal mengatakan Sempura Pasaribu dan ketiga korban lainnya tidak dibunuh oleh siapapun sebelum rumah mereka huni di Jalan Nibung Surbakti, Kabupaten Tanah Karo dibakar dua eksekutor berinisial RAS dan YT.

"Keempat korban masih hidup sebelum meninggal terbakar. Keempatnya menghirup material kebakaran dikuatkan dengan ditemukannya jelaga (butiran arang yang halus) di dalam tubuh korban," ujar Ismurizal, kepada wartawan Senin, 8 Juli 2024.

Baca Juga: Saudara Tak Harus Sedarah, Tetangga Ungkap Ikut Senang Atas Kebebasan Pegi Setiawan : Terimakasih Seluruh Warga Indonesia

Dia mengatakan pihaknya menerima keempat jenazah pertama kali di RS Bhayangkara dari Polres Karo dengan kondisi mengalami luka bakar maksimal dengan tingkatan atau grade 6, dimana organ di dalam tubuhnya sudah keluar di beberapa bagian tubuhnya.

Ismurizal juga menjelaskan jenazah keempat korban juga mengalami kepala sudah meletus dan tulang patah, luka cukup maksimal.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengatakan dokter forensik juga menemukan jelaga di saluran pernafasan dan pencernaan keempat korban. Tak hanya itu, jenazah tidak dapat dilakukan cek narkoba karena bagian dalam tubuh jenazah sudah menyatu dan tidak ditemukan urine.

Baca Juga: Beredar Video Pegi Setiawan Tantang Aep: Kalau Kamu Laki-laki, Ayo Gentle!

"Metode pengungkapan kasus seperti ini, laboratorium forensik, dikenal dengan Scientific Crime Investigation (CSI). Pengungkapan secara ilmiah," jelasnya.

Scientific Crime Investigation merupakan metode memadukan antara teknik prosedur, dan teori ilmiah untuk mengumpulkan bukti dalam melawan kejahatan dan memenuhi kebutuhan hukum. Metode ini digunakan agar polisi mendapatkan kesimpulan berdasarkan keidentikan dari berbagai sudut pandang disiplin keilmuan, sehingga penyebab kebakaran itu dapat terungkap secara terang-benerang.

Jenderal bintang 3 ini menjelaskan, penyidik juga menemukan 2 botol bekas minuman mineral yang digunakan untuk menyiramkan BBM jenis Pertalite dicampur solar, abu bekas pembakaran atau jelaga, termasuk siapa saja keduanya berkomunikasi.

Baca Juga: Anak Sempurna Pasaribu Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana Keluarganya ke Polda Sumut, KKJ Temukan Rentetan Fakta Sebelum Kebakaran Terjadi

"Kita periksa dan analisa bukti-bukti kita temukan tersebut secara ilmiah untuk dilakukan identifikasi hingga akhirnya diambil kesimpulan siapa pelaku pembakaran," ungkap Komjen Pol Agung Setya. ***