POJOKSATU.id, MEDAN-Pihak Dispora Sumut yang merupakan penanggung jawab akomodasi Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) mengklarifikasi insiden pengusiran atlet taekwondo dan squash Sumut untuk PON 2024 dari Hotel San Cemara Asri Medan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut, Budi Syahputra membantah tudingan pihaknya mengulur-ulur pembayaran biaya penginapan atlet Sumut untuk PON 2024 di Hotel San Cemara Aasri.

Pria yang jug menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pertandingan PB PON Sumut itu menjelaskan pembayaran akomodasi penginapan harus sesuai mekanisme yang diterapkan pemerintah provinsi.

“Semua hotel kita buat gitu, permohonan pemakaian. Pihak hotel itu (Hotel San) meminta supaya dilakukan panjar dan transaksi sesuai surat artinya dibayar tiap minggu. Sementara, mekanisme yang ada di pemerintah tidak seperti itu," jelasnya, Kamis, 8 Agustus 2024.

Baca Juga: Atlet Squash dan Taekwondo Sumut untuk PON 2024 Diusir dari Hotel di Medan, Berikut Kronologinya

"Mereka itu (atlet) kan masuk dulu, kontrak, lalu lakukan pembayaran. Saya tanya ke biro pengadaan barang dan jasa dan yang menangani ini. Artinya, saya tidak dibenarkan melakukan pembayaran karena harus kontrak dulu,” sebut Budi.

Budi juga membantah adanya surat perjanjian yang disepakati Dispora terkait proses pembayaran yang diterapkan pihak manajemen Hotel San. Seperti pembayaran dilakukan tiap seminggu sekali.

Meskipun pada awalnya ia sempat membayar uang jaminan senilai Rp2 juta sebagai bentuk keseriusan mereka.

“Tidak ada mekanisme yang dibuat atau tidak ada istilah bayar dulu atau panjar dahulu. Malah kalau kita panjar salah. Itu sesuai dengan aturan mereka. Itu surat mereka (masa tenggat pembayaran), itu bukan surat perjanjian dan mereka minta saya membayar Rp27 juta di awal. Saya bilang enggak ada. Saya lapor ke pimpinan, dan perintahnya ikuti sesuai dengan mekanisme pemerintah,” tuturnya.

Baca Juga: Insiden Atlet Taekwondo dan Squash Sumut untuk PON 2024 Diusir, Pihak Manajemen Beberkan Fakta Mengejutkan, Sebut Dispora Sumut Kasih Harapan Palsu

Budi memastikan dari semua hotel yang menjalin kerja sama dengan Dispora dalam rangka pelatda atlet PON, juga dilakukan pembayaran di akhir.

“Hotel lain semua sesuai dengan aturan. Artinya, masuk dulu lakukan pembuatan kontrak dan nanti sesuai aturan selesai dihuni baru dibayar. Itu aturannya,” jelasnya.

Sementara itu, Budi menegaskan semua atlet dan ofisial cabang olahraga taekwondo dan squash sudah dipindahkan ke Hotel Miyana setelah diminta check out dari Hotel San. ***