POJOKSATU.id, DELISERDANG-Tim Sada Sumut FC harus menelan pil pahit degradasi ke Liga 3. Ini setelah tim besutan Muhammad Yusuf Prasetyo itu kalah 1-3 dari Sriwijaya FC, Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Minggu sore, 21 Januari 2024.
Pada laga lawan Sriwijaya FC, Sada Sumut sempat unggul lebih dulu lewat gol F. Doni pada menit ke-13, namun takluk melalui tiga gol tim tamu (Chenco menit 38, Ali Koroy menit 85 dam Rifaldi menit 90).
Ini adalah kekalahan keempat Sada Sumut sepanjang babak playoff degradasi Liga 2 di Grup A. Tim berjuluk Laskar Simbisa ini makin terbenam di dasar klasemen dengan nilai 0.
Baca Juga: Tanpa Tiga Pemain Inti, PSMS Siap Taklukkan Semen Padang demi Jaga Peluang ke Semifinal Liga 2
Manajer Sada Sumut FC, Yosephine Sembiring, menerima fakta bahwa timnya harus kembali ke Liga 3 setelah bekerja keras untuk promosi ke Liga pada tahun 2022.
"Intinya kami menerima yang terjadi, kami terima. Harapannya kekalahan ini justru tidak membuat kami berhenti, tetap membagun sepak bola Sumut," ujarnya kepada Pojoksatu.id, saat dihubungi, Minggu malam.
Yosephine memastikan keberadaan Sada Sumut sejak awal ingin sepak bola Sumut maju dan menjadi wadah sepak bola profesional di Sumut selain PSMS dan PSDS.
Yosephine menegaskan timnya sudah berjuang sejak awal musim untuk bertahan di Liga 2, meski hasilnya tidak sesuai ekspektasi.
"Apalagi kita masih klub baru. Kami harus dewasa menyikapi kekalahan ini. Itulah sebuah kompetisi, pasti ada yang menang dan kalah. Kita sudah berjuang dengan baik dan mempersiapkan tim," tuturnya.
Meski sudah dipastikan degradasi, Yosephine mengatakakn Sada Sumut akan menuntaskan dua laga sisa, meski tak akan mempengaruhi hasil akhir.
"Harus fight, ini bagian dari komitmen mengikuti liga. Apapun ceritanya harus diselesikan. Ini bukan urusan bagaiamana, tetapi kita bertangung jawab menyelesaikan sampai tuntas," bebernya.
Dia mengatakan hasil Sada Sumut dari awal musim hingga playoff degradasi Liga 2 menjadi pelajaran berarti untuk tim ini tahun depan.
"Kita ambil pelajaran untuk bekal musim depan," pungkasnya.
Seperti diketahui, Sada Sumut adalah tim promosi dari Liga 3 yang berlaga di Liga 2 sejak musim 2023. Itu diraih setelah tiga tahun klub didirikan oleh anggota EXCO PSSI, Arya Sinulingga tersebut.
Di awal, penampilan tim yang dulu bernama Karo United itu lumayan konsisten sebagai tim baru, mereka menduduki peringkat 2 klasemen sementara wilayah Barat di bawah PSMS.
Namun, kompetisi dihentikan karena Tragedi Kanjuruhan. Dan, saat kompetisi dilanjutkan, Sada Sumut tampil tak konsisten.
Mereka finis di peringkat 6 klasemen akhir atau satu strip dari juru kunci (PSDS) Grup 1 dengan 9 poin dari sekali menang, enam kali seri dan lima kali kalah.
Kemudian, Sada Sumut malah hancur lebur di babak playoff degradasi tanpa sekalipun menang dari empat laga yang sudah dijalani. Dua kali kalah home-away lawan Sriwijaya (1-3, 1-3); kalah 1-4 dari PSKC dan takluk 1-3 dari Perserang. ***
