POJOKSATU.id, MEDAN - Sawit Academy Eps. USU yang diselenggarakan oleh PT Hai Sawit Indonesia dan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menghadirkan perspektif baru bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) terkait peran kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemaparan para narasumber, mahasiswa diajak memahami industri sawit secara lebih utuh, berbasis data, dan kontekstual. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang mendorong generasi muda untuk melihat isu sawit dari sudut pandang ilmiah dan objektif.
Ahmad Taufan Hidayat, praktisi perkebunan dengan pengalaman 29 tahun di industri kelapa sawit yang saat ini menjabat sebagai PMU Controller di AEP Plantations, membuka sesi dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian mahasiswa.
“Tanpa disadari, dari bangun tidur hingga kembali tidur, kita menggunakan banyak produk yang berasal dari kelapa sawit,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sawit tidak hanya hadir dalam bentuk minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk seperti sabun, sampo, pasta gigi, kosmetik, deterjen, hingga makanan olahan seperti mi instan, biskuit, dan cokelat.
Lebih jauh, turunan sawit juga dimanfaatkan dalam sektor kesehatan melalui kandungan vitamin E alami berupa tocotrienol. Di sektor energi, sawit berperan dalam program biodiesel B30 hingga B35 yang menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional.
Dalam pemaparannya, Ahmad Taufan juga menekankan posisi strategis Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan kontribusi lebih dari 50 persen produksi global. Industri ini tersebar di puluhan provinsi dan menyerap jutaan tenaga kerja, sehingga menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
“ Sawit bukan hanya komoditas ekspor, tetapi sumber kehidupan bagi banyak masyarakat. Tantangan memang ada, tetapi pengelolaan berkelanjutan melalui standar seperti ISPO dan RSPO terus diperkuat,” jelasnya.
Selain dari kalangan praktisi, narasumber akademisi juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam memahami isu sawit. Mahasiswa didorong untuk menguji setiap informasi dengan data yang valid serta tidak mudah terpengaruh narasi yang tidak berimbang.
Kegiatan yang mendapat dukungan BPDP ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi sawit di kalangan generasi muda. Dengan dialog interaktif dan diskusi terbuka, mahasiswa diajak melihat peluang sekaligus tantangan industri sawit secara komprehensif.
Sawit Academy Eps. USU menegaskan bahwa pemahaman objektif merupakan langkah awal dalam membangun masa depan industri sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Sebagaimana disampaikan dalam sesi penutup, tanpa disadari sawit hadir di sekitar kehidupan sehari-hari, dan masa depan industri ini berada di tangan generasi muda yang mampu berpikir kritis serta berbasis data. ***

