POJOKSATU.id, JAKARTA-Boikot terhadap produk-produk yang masuk daftar terafilisasi dengan Israel terus gencar dilakukan. Imbasnya, ada merek air minum dalam kemasan (AMDK) ternama yang menghilangkan logo untuk terhindar dari aksi itu.

Salah satu merek produk minuman ternama menghapus logo perusahaan asal Prancis yaitu Danone yang dituding terafiliasi dengan Israel.

Sebagai gantinya, hanya ada stiker berlogo teks dengan latar pegunungan. Tak ada penjelasan apapun dari Danone Aqua perihal perubahan tersebut.

Baca Juga: Mekanisme Seleksi, Materi SKD, Bobot Nilai dan Passing Grade CPNS 2024 Terbaru TWK TIU TKP

Terkait hal ini, Pengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Pembangunan Jaya, Algooth Putranto mengungkapkan, persoalan terbesar sejumlah merek perusahaan multinasional yang tengah di dera gelombang boikot, adalah tidak terbuka soal adanya hubungan induk mereka di luar negeri dengan rezim zionis Israel.
 
"Berbagai pernyataan dan bahkan penyangkalan darisejumlah brand asing, sejauh ini nampaknya tak berbekas,” jelas Algooth, dalam keterangannya, Selasa, 30 Juli 2024.

Dia menegaskan konsumen sudah pintar untuk mencari sendiri informasi yang tersedia secara ekstensif di Internet.

Baca Juga: Mulai Tayang 1 Agustus, Prilly Latuconsina Ungkap Butuh Tiga Tahun untuk Membuat Film Dokumenter 'All Access To Rossa 25 Shining Years'

"Tak ada jalan lain, mereka harus berani berterus terang terkait relasi induk mereka dengan Israel. Kejujuran seperti itulah yang ingin didengar konsumen. Bukan dengan strategi menutup-nutupi sesuatu atau strategi licik melalui perubahan logo yang tidak disadari konsumen atau juga dengan statement dukungan asal- asalan, padahal jelas secara global mereka mendukung Israel," bebernya.

Perubahan ini diduga sebagai upaya brand itu untuk berkelit dari boikot dan kencangnya tudingan sebagai perusahaanasing yang produknya terafiliasi dengan Israel.

Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) Ahmad Himawan, dalam keterangannya, beberapa waktu lalu, menyebutkan YKMI telah mengidentifikasi sepuluh produk pro genosida dengan sejumlah kriteria.

Baca Juga: Istri Polisi Diduga Selingkuh dengan Anggota DPRD Terpilih Halmahera Barat, Polda Malut Segera Lakukan Gelar Perkara

Salah satu yang menjadi acuan adalah data dari situs Boycott.Thewitness dan Bdnaash," tegasnya.

Dimana, hasil temuan YKMI melalui aplikasi, Danone masuk dalam satu dari 10 perusahaan terafiliasi Israel yang produknya wajib diboikot.

"Sepuluh produk tersebut, yakni Starbucks, Danone, Nestle, Zara, Kraft Heinz, Unilever, Coca Cola Group, McDonalds, Burger King, dan kurma Israel harus dihindari atau wajib diboikot," tuturnya.

Data temuan YKMI ini juga didukung lewat pemberitaan koran-koran Israel seperti Jerusalem Post dan the Times of Israel secara terbuka pernah membuat laporan investasi Danone di Israel.

Baca Juga: Resmi Go Public, El Rumi Unggah Foto Perdana Bersama Syifa Hajdu, Sang Kekasih Balas dengan Lambang Cinta Putih

Sementara itu, Danone Aqua sendiri pernah menolak tudingan perusahaan itu terafiliasi dengan Israel. Bantahan ini dilakukan dengan banyak cara, dari kampanye media, iklan, hingga slogan: “Aqua 100% Murni Indonesia”.
 
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menegaskan pihaknya tidak terafiliasi dengan Israel.
 
Arif juga menyebutkan bahwa Palestinian BDS National Committee (BNC) tidak memasukkan nama Danone di  dalam daftar sasaran boikot.

“Dalam daftar itu, Danone lagi-lagi tidak masuk dalam target utama pemboikotan,” kata Arif, ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Unjuk Rasa Jacklingko Microtrans di Balaikota, 979 Personel Gabungan Diturunkan

Namun, pernyataan Arif ini terbantaghkan oleh Gerakan BDS Indonesia. Teranyar, merespons pertanyaan publik, melalui akun X @GerakanBDS_ID, Gerakan BDS Indonesia kembali menegaskan keterkaitan Israel dengan perusahaan multinasional, Danone.

"Danone dan brand lain semisal KFC memang tidak masuk dalam daftar boikot BDS sejak awal, namun tidak masuk daftar boikot BDS bukan berarti produk tersebut haram diboikot, tidak boleh diboikot, atau justru dianggap halal. Sebab Danone masih jelas berinvestasi di Israel dan mendukung perekonomian Israel," tulis @GerakanBDS_ID, 26 Juli 2024.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua BDS Indonesia, Muhammad Syauqi Hafiz saat tampil sebagai salah satupembicara dalam webinar yang digagas Aqsa Working Group (AWG) mengatakan, gencarnya pembicaraan soal boikot produk terafiliasi Israel adalah keberhasilan tersendiri.

Baca Juga: Masalah V BTS Belum Reda, McDonalds Ekuador Umumkan Kerja Sama dengan BT21, ARMY Kecam HYBE : Sesusah Itukah Enggak Collab sama Pendukung Zionis?
 
“Penerimaan gerakan boikot pro Israel di tengah masyarakat merata dan meluas, dan Israel jelas tersakiti karena itu," tegasnya. ***