POJOKSATU.id, SUMUT - Sekitar 95 persen, paspor jamaah calon haji (JCH) di Sumatera Utara (Sumut) berada di Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi Jakarta.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Sumut, Subagyo, Selasa (23/4/2024).

"Yang sudah masuk ke kita paspor dari kabupaten/kota itu hampir 95 persen dari total 8.624 JCH Sumut," kata Subagyo.

Baca Juga: Isu Setoran Rp 25 Miliar Muncul, Direktur CBA Minta KPK Ambil Alih Kasus PPPK Guru Madina 2023 dari Polda Sumut

Saat ini, dokumen paspor JCH Sumut yang berada di Kedutaan Besar Arab Saudi sedang proses penerbitan visa haji.

Visa haji diatur dalam Undang-undang No.8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU).

Pasal 18 mengatur bahwa visa haji Indonesia terdiri atas visa haji kuota Indonesia, dan visa haji mujamalah undangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga: Sebut Dakwaan JPU Tidak Jelas, Kuasa Hukum Alwi Mujahit Hasibuan Minta Kliennya Dibebaskan dari Dugaan Korupsi APD Covid-19

Visa haji Indonesia terbagi dua, yakni haji reguler yang diselenggarakan pemerintah dan haji khusus yang diselenggarakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

"Jadi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta itu yang sudah tahap request atau permohonan penerbitan visa haji itu sudah lima kloter atau kelompok terbang," ucap Subagyo.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Sumut Zulfan Efendi menyebutkan visa haji harus mengikuti kriteria Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga: DPRD Kota Medan Berharap Pemko Selesaikan Proyek Revitalisasi Stadion Teladan Tepat Waktu

"Sekarang ini untuk membuat visa haji, harus mengikuti kriteria biometrik fingerprint (sidik jari) melalui aplikasi Saudi. Itu salah satu syarat visa," tegas Zulfan beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, pada tahun ini mulai diberlakukan syarat-syarat usulan pembuatan visa haji bagi jamaah calon haji Indonesia yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Seperti jamaah calon haji wajib melakukan perekaman biometrik via aplikasi Saudi Visa Bio sebagai syarat penerbitan visa ibadah dari Arab Saudi.

Baca Juga: FULL HEPI 9 Transformasi PPG Daljab 2024 Langsung dari Prof Nunuk Suryani, Nomor 7 dan 9 sangat Menggembirakan

Data-data biometrik meliputi sidik jari, bentuk tangan, bentuk jari, mata (iris dan retina) dan bentuk bentuk wajah ini nantinya untuk pengusulan pembuatan visa haji 2024

"Tentang persiapan haji saat ini, kita sudah memasuki pembuatan proses visa usulan ke pusat. Visa haji ya," papar Zulfan. ***