POJOKSATU.id - Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan timnya meraih kemenangan atas Adhyaksa FC, Sabtu malam, 25 April 2026, di Stadion Utama Sumatera Utara.
Pasalnya, kemenangan atas Adhyaksa FC sejatinya bakal menjadi kado indah untuk ulang tahun PSMS yang berusia 75 tahun pada 21 April 2026. Namun, pertandingan berakhir 1-1.
Apalagi, kontra Adhyaksa FC menjadi laga kandang terakhir PSMS pada kompetisi Pegadaian Championship Musim 2025/2026.
Meski, gagal menang, Coach Eko mengapresiasi skuadnya yang telah bermain maksimal.
“Yang pertama, kita syukuri pemain sudah maksimal memberikan yang terbaik. Tapi mohon maaf belum bisa mempersembahkan tiga poin seperti yang kita janjikan di ulang tahun PSMS. Namun tetap kita syukuri satu poin ini,” ujar Eko.
Baca Juga: PSMS Gagal Persembahkan Kemenangan di Kandang, Adhyaksa FC Turun Tahta usai Kedua Tim Bermain Imbang
Dia menjelaskan, momen kebobolan setelah sempat unggul 1-0. Menurutnya perlu dievaluasi lebih dalam agar tidak terulang pada laga berikutnya.
“Kalau kita lihat tadi saat kebobolan, prosesnya seperti apa, itu yang akan kita evaluasi untuk ke depannya,” jelasnya.
Eko menambahkan, setelah ini timnya akan bergegas fokus ke laga terakhir musim ini menghadapi Persiraja di Banda Aceh.
PSMS sendiri bakal tampil tak fullteam karena kehilangan kiper utama, Reky Rahayu akibat kartu merah lawan Adhyaksa FC.
“Soal Reky yang kartu merah dan tidak bisa main, kita masih punya Kuba, ada juga Gunadi yang tadi tampil bagus meski baru pertama kali merasakan atmosfer seperti ini. Potensi itu harus kita maksimalkan,” jelasnya.
Baca Juga: Identitas Pelaku Penembak Gedung Putih Acara Donald Trump Terungkap, Cole Allen dari California
Eko menambahkan, laga melawan Persiraja Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2025 nanti harus menjadi pembuktian bahwa PSMS tetap kompetitif hingga akhir.
“Pertandingan berikutnya tidak boleh mengecewakan,” tegasnya.
Sementara itu, pemain PSMS, Erwin Gutawa, menilai hasil imbang memang belum memuaskan, namun seluruh tim telah mengerahkan segalanya di lapangan.
“Terima kasih. Kalau bicara hasil mungkin tidak memuaskan, tapi kami semua pemain sudah memberikan segalanya. Inilah PSMS Medan sebenarnya, kami bertarung dan tidak mau kalah,” ujarnya.
Adhyaksa FC Kecewa dengan Hasil Imbang
Sementara itu, Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, mengakui kecewa dengan hasil seri lawan PSMS.
“Hasil ini pastinya kita kecewa, tidak sesuai yang kita harapkan. Kita datang ke sini untuk tiga poin, tapi hanya dapat satu,” ujarnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Subang A Fauzi Ridwan Usul RT dan RW Dapat BPJS Gratis, Butuh Rp 4,6 M per Tahun
Karena, kegagalan meraih tiga poin berdampak langsung pada posisi tim di klasemen. Dimana, Adhyaksa tergusur dari posisi puncak klasemen sementara, karena pada hari yang sama Garudayaksa menang atas Sriwijaya FC.
“Semua kecewa, karena kita ingin tetap di peringkat satu. Sekarang situasinya berubah. Masih ada satu pertandingan lagi, dan kalau tidak bisa finis pertama, kemungkinan kita di playoff,” tegasnya.
Terkait kinerja wasit dan laga yang berlangsung 'panas' karena banjir kartu, Ade tak ingin banyak berkomentar.
“Sebagai tim mungkin merasa dirugikan, tapi saya tidak mau men-judge wasit. Itu bukan tugas saya. Secara teknis saja, kita belum berhasil dapat tiga poin,” sebutnya.
Baca Juga: Donald Trump Sampai Terjengkang Saat Selamatkan Diri Usai Suara Tembakan Menyasar Gedung Putih
Pemain Adhyaksa, Dwi Rafi Angga, menambahkan, tim sudah berjuang maksimal di lapangan.
“Ini sepak bola. Kami sudah berusaha, sempat unggul jumlah pemain, tapi akhirnya sama-sama dapat kartu merah. Hasil bisa berubah kapan saja,” jelas mantan pemain PSMS itu. ***
