POJOKSATU.id- PSMS Medan membawa pulang kemenangan penting dari markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027.
Bermain di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, Minggu malam, 27 September 2026, Ayam Kinantan mengamankan tiga poin setelah menang tipis 1-0. Gol tunggal PSMS Medan dicetak Javier Siverio pada menit ke-59.
Kemenangan tersebut sekaligus melanjutkan tren positif PSMS setelah sebelumnya tampil meyakinkan dengan menghancurkan Persiku Kudus 6-0.
Bagi PSMS, hasil di Bekasi menjadi modal penting untuk menjaga momentum pada awal kompetisi.
Baca Juga: Adhyaksa FC vs PSMS Medan: Jaga Tren Positif, Ayam Kinantan Buru Poin di Bekasi
Tim besutan Eko Purdjianto sebelumnya membuka perjalanan musim dengan bermain imbang 2-2 di markas Sumsel United.
Setelah itu, PSMS mencatat kemenangan besar atas Persiku dan kembali mengamankan tiga poin saat menghadapi Adhyaksa.
PSMS Kesulitan Membongkar Pertahanan Adhyaksa
Pertandingan melawan Adhyaksa tidak berjalan mudah bagi PSMS.
Sejak babak pertama, PSMS mencoba mengambil inisiatif permainan dan membangun serangan dari berbagai sisi.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Obat, UMY dan NUS Bahas Cara Menjaga Logistik Kesehatan Saat Bencana Terjadi
Namun, pertahanan rapat yang diterapkan Adhyaksa membuat sejumlah peluang Ayam Kinantan belum berujung gol.
Eko Purdjianto menyadari anak asuhnya belum mampu bermain sabar ketika menghadapi strategi low block yang diterapkan tuan rumah.
Situasi tersebut membuat PSMS harus mencari cara berbeda untuk memecah kebuntuan.
Perubahan kemudian dilakukan Eko pada awal babak kedua. Pada menit ke-56, Zaki Alim masuk menggantikan M Ragil.
Pergantian tersebut ternyata memberikan dampak langsung terhadap permainan PSMS. Tiga menit setelah Zaki masuk, PSMS akhirnya berhasil mencetak gol yang ditunggu-tunggu.
Baca Juga: Skandal Muktamar NU, Nama Presiden Diduga Dicatut Bagi-bagi Uang Rp400 M
Zaki Alim memberikan umpan matang yang kemudian dimanfaatkan Javier Siverio untuk membobol gawang Adhyaksa.
Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan PSMS pada menit ke-59.
Gol itu sekaligus semakin mempertegas peran Javier sebagai salah satu pemain penting di lini depan Ayam Kinantan.
Javier kini telah mengoleksi lima gol dan selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir PSMS.
Ketajaman tersebut menjadi salah satu modal penting bagi PSMS dalam menjalani persaingan Pegadaian Championship 2026/2027.
Bagi Javier sendiri, awal musim bersama PSMS menjadi pengalaman yang positif. Dia mengaku nyaman sejak pertama kali tiba di Medan.
Baca Juga: Kikin
Sambutan yang diberikan klub dan lingkungan barunya membuat proses adaptasi berjalan dengan baik.
“Sejak saya tiba di sini, mereka memperlakukan saya dengan sangat baik. Kami merasa nyaman. Kami menikmati awal musim ini. Kami sudah melakukan pekerjaan yang bagus dan kami akan terus memberikan yang terbaik,” ujar Javier.
Javier juga memahami bahwa perjalanan musim masih panjang.
Karena itu, ia meminta tim tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diraih.
Menurutnya, PSMS harus terus bekerja keras dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
“Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik. Kami harus terus bekerja keras, bermain dengan baik dan mendapatkan poin sebanyak mungkin. Kami tahu perjalanan masih panjang, jadi kami harus tetap fokus,” katanya.
Baca Juga: Laka Lantas Mobil Tangki LPG di Tol Jagorawi, Pertamina Lakukan Pengamanan Produk
Javier pun menyadari pentingnya pertandingan kandang berikutnya.
“Kami akan bermain di kandang. Kami harus kuat di kandang dan harus mampu meraih poin di sana. Saya pikir jika kami bermain seperti yang seharusnya, kami akan melakukan apa yang harus dilakukan. Kami harus berhati-hati dan tidak membuat kesalahan,” katanya.
Laga Makin Panas, Dua Pemain Diusir
Setelah PSMS unggul, pertandingan justru berlangsung semakin panas.
Adhyaksa yang tertinggal satu gol meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan.
Situasi tersebut membuat pertandingan semakin terbuka.
Ketegangan di lapangan kemudian berujung pada kartu merah yang diberikan kepada striker Adhyaksa FC Rundell Winchester dan pemain PSMS Haykal Alhafiz.
Baca Juga: Lima Tahun Berlalu, Timnas Indonesia dan Malaysia Kembali Bertemu: Apa yang Berubah?
Keluarnya kedua pemain membuat ruang permainan semakin terbuka. Adhyaksa berusaha memanfaatkan situasi untuk mengejar gol penyeimbang.
Di sisi lain, PSMS harus bekerja lebih keras untuk menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Pada periode tersebut, konsentrasi pemain PSMS benar-benar diuji
Tuan rumah terus meningkatkan tekanan, tetapi lini pertahanan Ayam Kinantan mampu mempertahankan keunggulan.
Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor tetap 1-0 untuk PSMS. Tiga poin pun dibawa pulang ke Medan.
Eko Purdjianto: Kami Mau Liga 1 dan Juara
Pelatih PSMS Eko Purdjianto mensyukuri perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, kesabaran menjadi salah satu faktor penting setelah PSMS mengalami kesulitan menghadapi pertahanan Adhyaksa pada babak pertama.
Baca Juga: Asian Games 2026: Indonesia Punya 24 Medali, Tapi Peringkatnya Jauh di Bawah Malaysia
“Yang pertama kita syukuri kerja keras dan perjuangan pemain dari awal sampai pertandingan berakhir. Kita syukuri 1-0,” kata Eko kepada media.
Eko mengakui PSMS kurang sabar ketika berhadapan dengan pola permainan low block Adhyaksa.
“Babak pertama lawan low block, kita kurang sabar dan belum beruntung. Instruksi di babak kedua, pemain harus lebih sabar. Ada beberapa pemain kita yang masuk dan memberikan pengaruh kepada tim,” ujarnya.
Pergantian pemain yang dilakukan pada awal babak kedua menjadi salah satu keputusan yang kemudian berbuah positif.
Zaki Alim memberikan energi baru dalam serangan PSMS dan hanya tiga menit setelah masuk, assist-nya menghasilkan gol Javier.
Baca Juga: Sempat Sadar Usai Kena Heatstroke, Ini Kronologi ASN Kemenekraf Meninggal Saat Jalani Komcad
Eko juga memberikan apresiasi khusus kepada Javier.
“Alhamdulillah Javier punya inisiatif bisa cetak gol lagi dan bisa mempersembahkan kemenangan ini untuk suporter. Kita patut syukuri. Terima kasih buat pemain semua,” ucapnya.
Terkait kartu merah Haykal Alhafiz, Eko mengaku belum mengetahui secara detail kejadian yang membuat pemainnya harus meninggalkan lapangan.
“Saya belum tahu detail kartu merah. Ada dua pemain yang saling terlibat. Ada VAR, keputusan wasit lebih bagus karena ada VAR,” katanya.
Setelah kemenangan tersebut, Eko kembali menegaskan target PSMS pada musim ini. “Kita mau Liga 1 dan juara,” tegas Eko.
Tantangan berikutnya sudah menunggu PSMS Medan. Ayam Kinantan dijadwalkan menghadapi Persikad Depok pada Sabtu, 3 November 2026 pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan. ***

