POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Bupati Mandailing Natal (Madina) Jafar Sukhairi Nasution mengaku shock dan terkejut mendengar laporan Camat Kotanopan soal jumlah eskavator atau alat berat yang beroperasi di kawasan PETI Kotanopan.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution usai membuka rapat penindakan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kotanopan di Aula Kantor Bupati Perkantoran Payaloting, Jumat (19/4).

Menurutnya, laporan ini disampaikan Camat Kotanopan dalam pembukaan rapat yang dihadiri oleh unsur Muspida Kabupaten Madina ini.

"Saya shock dan terkejut. Berdasarkan laporan dari Camat Kotanopan tadi, saat ini ada sekitar 70 eskavator di kawasan PETI Kotanopan itu," ungkapnya, Jum'at (19/4/2024).

Baca Juga: Siap-siap! Ketum PITI Ipong Hembing Bakal Seret Pendeta Gilbert ke Polisi Jika Tak Segera Minta Maaf di Media Sosial

Dia berharap hasil dari rapat ini nantinya tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Menurutnya, PETI di Kotanopan mengakibatkan pemerintah daerah dilema. Bupati menegaskan penertiban PETI di Kotanopan bukan untuk menutup mata pencaharian masyarakat.

Namun diperlukan penataan yang lebih baik yang tidak bertentangan dengan hukum.

"PETI di Kotanopan cukup terbuka. Ini menimbulkan dilema, dan menimbulkan asumsi ketidakmampuan pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga: Israel Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Nuklir Iran, Beberapa Drone Ditembak Jatuh

“Semua masyarakat melihat dan bisa melapor ke Kapolda, Wakapolda bahkan Kapolri. Pemerintah daerah terkesan melakukan pembiaran terhadap kegiatan ilegal ini," jelas Sukhairi lagi.

Bahkan dirinya berharap hasil dari rapat yang dipimpin oleh Sekda Pemkab Madina Alamulhaq Daulay ini nantinya menghasilkan keputusan yang tepat.

Sehingga Pemkab Madina maupun masyarakat Kotanopan memiliki solusi yang terbaik terkait aktivitas penambangan emas di kawasan Kotanopan ini.***