POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Bupati Mandailing Natal (Madina) Jafar Sukhairi Nasution menyebut pembangunan jalan Aek Godang Panyabungan ke Simangambat Tambangan ditunda tahun 2024 ini.

Jalan sepanjang 9 Km dengan pagu anggaran Rp36,97 miliar ini kemungkinan besar akan dilaksanakan di tahun 2025 mendatang.

“Pembangunannya di-cancel tahun 2024, di-cancel pemerintah pusat. Tapi biasanya sudah pasti itu dikerjakan tahun 2025 nanti,” ujar Bupati Madina dihubungi Rabu (4/12).

Menurut Bupati Madina, proyek-proyek yang anggarannya besar memang banyak yang ditunda Pemerintah Pusat tahun 2024 ini.

Baca Juga: Masyarakat Sumut Waspadai Potensi Banjir Kiriman Dampak Hujan Lebat di Wilayah Pegunungan

Seperti diketahui, Pemkab Madina sudah melakukan sosialisasi rencana pembangunan ruas jalan Aek Godang – Tambangan dengan sumber dana Inpres Jalan Daerah (IJD) tahap dua tahun anggaran 2024 di Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (19/4/2024).

Ruas jalan yang akan dibangun sepanjang 9 Km dengan pagu anggaran Rp36.970.000.000,-.

Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution saat sosialisasi di Desa Aek Banir 19 April 2024 menyampaikan rasa percayanya kepada masyarakat Aek Banir sekitarnya.

Masyarakat akan membantu pemerintah demi kelancaran pelebaran dan pembangunan jalan.

Baca Juga: Bebizie Berikan Uang Rp10 Juta dan Boby Tince Segera Berangkatkan Umrah Pak Sunhaji Penjual Les yang Diolok Gus Miftah

Bupati juga menjelaskan untuk membangun Madina menjadi lebih baik tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses, pengajuan hingga kerjasama dengan pemerintah pusat.

“Perhatian pusat selalu kita harapkan karena APBD Madina tidak cukup untuk membangun Madina yang begitu luas,” katanya.

Tahun 2023 Pemkab Madina melalui Dinas PUPR mengusulkan program pembangunan jalan daerah, dan mendapat Rp102 miliar untuk membangun jalan di daerah Pantai Barat.

“Tahun ini bantuan Inpres kami prioritaskan ke Desa Sipapaga, dan Aek Banir. Sebagai bentuk perhatian pemerintah,” katanya.

“Tahun 2024, akan menampung anggaran pembangunan sarana-prasarana air bersih yang sumber dananya sudah dirancang tahun 2025 ada sebesar Rp3,5 miliar. Untuk itu diperlukan dukungan masyarakat dalam program pembangunan yang dikerjakan pemerintah,” tegas Bupati Madina.***