POJOKSATU.id, SUMUT - Ada delapan imbauan yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam di akhir tahun 2023.

"Kami telah menyiapkan delapan poin untuk menghadapi potensi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah ini," ujar Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih, pada Rabu (26/12/2023).

Ia menjelaskan delapan imbauan tersebut guna memberi pemahaman kepada masyarakat agar mengantisipasi jika bencana alam terjadi di Sumut.

Baca Juga: Gibran Dituding Curang oleh Netizen Dalam Debat Perdana Cawapres

"Pertama, masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai, ketika frekuensi dan intensitas curah hujan semakin tinggi agar meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah serta melakukan upaya mengevakuasi diri dan kelompok secara mandiri ke tempat yang lebih aman," katanya.

Yang kedua, lanjut Tuahta, masyarakat yang di area cekungan dan dengan sistem drainase wilayah yang tidak memadai agar membuat benteng pada lajur-lajur aliran air menuju rumah secara mandiri.

"Ketiga, instansi, organisasi maupun kelompok masyarakat yang memiliki pintu air pengendali banjir agar senantiasa dapat diaktifkan sesuai kondisi yang dibutuhkan." lanjut Tuahta.

Baca Juga: Sidang Pledoi Kasus Pencucian Uang, Rafael Alun Minta Dibebeaskan Dari Semua Dakwaan Termasuk Tuduhan Gratifikasi

Berikutnya, keempat, masyarakat yang terdampak banjir untuk memperhatikan sistem kelistrikan agar tidak memicu korsleting listrik dan bahaya kebakaran.

Kelima, masyarakat juga diminta menghindari kegiatan wisata air ketika frekuensi dan intensitas hujan tinggi.

Keenam, setiap orang berkewajiban melihat, mengawasi dan memantau situasi lingkungan sekitar terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang terjadi dan melaporkan kepada pemangku kebijakan terkait.

Baca Juga: Demo Ratusan Guru Honorer Protes Pengumuman PPPK 2023, Plt Bupati Langkat Tak Mau Mati Bola: Ayo, Kita ke Jakarta

"Ketujuh, Instansi organisasi maupun kelompok masyarakat yang memiliki sistem peringatan dini banjir dan sistem peringatan dini tanah longsor agar senantiasa mengaktifkan sesuai kondisi dan kebutuhan," tambahnya.

Lalu, yang terakhir, dia mengatakan lahan pertanian atau perkebunan yang berada di kemiringan terjal, ketika frekuensi dan intensitas hujan tinggi dan mengakibatkan kondisi jenuh air yang berpotensi longsor agar menghindari aktivitas di pertanian dan perkebunan.

Tuahta berharap kedelapan himbauan ini dapat dipatuhi masyarakat dalam menyambut tahun baru 2024. ***