POJOKSATU.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan didominasi kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.
Namun secara lokal, potensi hujan lebat tetap perlu diwaspadai.
Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Putri Diana, menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak merata, tetapi berpeluang terjadi di beberapa titik tertentu, terutama wilayah lereng barat dan pegunungan.
Baca Juga: Masjid Hassan II Casablanca: Menara 200 Meter dengan Laser ke Makkah, Ikon Spiritualitas Dunia
“Potensi hujan ini dipengaruhi adanya pola belokan angin yang melewati wilayah Sumatera Utara, khususnya di lereng barat,” ujarnya, dikutip Rabu (26/2/2026)
Lereng Barat dan Pesisir Barat Masuk Zona Waspada
Menurut BMKG, daerah lereng barat, pesisir barat, dan kawasan pegunungan Sumatera Utara menjadi wilayah yang paling berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Menariknya, fenomena ini tidak berdiri sendiri. Selain faktor lokal berupa belokan angin, terdapat pula pengaruh faktor global yang memperkuat pembentukan awan hujan.
Baca Juga: Viral Antrian Panjang Ternyata Bukan Rebutan Baju Lebaran, Namun Diduga Ngantri Sidang Perceraian
Peran MJO dan Suhu Muka Laut
Putri menjelaskan bahwa secara global terdapat fenomena Madden Julian Oscillation atau MJO yang aktif secara spasial dan berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumut.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Sumatera juga tercatat cukup hangat dan mendukung proses penguapan serta pembentukan awan konvektif.
Berdasarkan pengamatan terakhir di Kantor BBMKG Wilayah 1 Medan pada Minggu, suhu udara maksimum tercatat mencapai 34,4 derajat Celcius.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun suhu udara cukup tinggi pada siang hari, potensi hujan tetap ada, terutama pada sore hingga malam hari.
Risiko Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah lereng dan pegunungan berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga genangan di daerah dataran rendah.
“Kami mengimbau masyarakat Sumatera Utara agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah lereng barat, pesisir barat, dan pegunungan yang dapat menyebabkan banjir maupun longsor,” pungkas Putri.
Jika ditarik ke konteks lebih luas, wilayah Sumatera Utara memang memiliki topografi yang beragam, mulai dari pesisir hingga pegunungan. Kondisi ini membuat sebagian daerah rawan terhadap dampak cuaca ekstrem. ***



