POJOKSATU.ID - Masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) diharapkan waspada karena potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Sumut.
Hal tersebut berdasarkan ketidakstabilan cuaca yang dipicu oleh tingginya curah hujan dan aktivitas atmosfer yang meningkat jelang akhir tahun.
Baca Juga: Di Balik Demo Drone Logistik, Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Layanan Dasar yang Masih Lambat
Kepala BBMKG Wilayah I Sumut, Hendro Nugroho, mengatakan bahwa curah hujan tertinggi tercatat mencapai 72 mm di Gunung Tua pada 16 November 2025.
"Kondisi ini dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, yang diprakirakan masih berlangsung hingga Desember 2025 sehingga menambah pasokan uap air, khususnya di pantai barat Sumut," ujar Hendro dikutip Rabu (19/11/2025).
Lebih lanjut Hendro menambahkan, selain IOD negatif, gelombang atmosfer juga masih aktif di Sumut, sehingga turut memperkuat pembentukan awan hujan.
"Berdasarkan analisis pola angin pada ketinggian 3.000 feet tanggal 17 November 2025, terdapat pusat tekanan rendah di Selat Karimata yang memicu belokan angin dan membawa angin baratan kuat ke wilayah Sumut." imbuhnya.
"Kondisi konvergensi ini meningkatkan potensi tumbuhnya awan-awan hujan. Hal tersebut menambah aktivitas awan-awan hujan di Sumatera Utara,” jelas Hendro.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di banyak wilayah selama tujuh hari ke depan.
Baca Juga: Heboh! Benarkah PPPK Paruh Waktu Akan Terima THR Natal 2025? Begini Penjelasan Resminya
Adapun daerah di Sumut yang terdampak antara lain: Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan.
Selanjutnya, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Langkat, Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, Dairi, Simalungun, Pematangsiantar, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Geram! Respons Lambat Pemulangan WNI Korban TPPO Disorot Usai Kasus Rizki di Kamboja
“Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan,” tegas Hendro. ***



