POJOKSATU.id, SERGAI - Selain menangkap pelaku begal, Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama jajaranya melakukan trauma healing kepada korban.

Seperti Polres Serdang Bedagai (Sergai) yang mendatangi korban pelaku begal berinisial FR siswa SMA, warga Dusun IV, Kampung Lalang, Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

Saat didatangi pihak kepolisian pada Selasa (25/7/2023), FR sempat kaget dan masuk ke dalam rumah.

Orang tua FR pun menjelaskan maksud kedatangan para polisi lengkap dengan dokter dan para medis yang membawa serta obat-obatan.

Baca Juga: Hotman Paris Terjunkan Tim 911, Bantu Usut Korban Penembakan Sesama Anggota Densus 88 di Cikeas

"Nak, ini Bapak Ibu polisi ingin jumpa kamu. Mereka ingin membantu mengobati serta berikan bimbingan psikologis usai jadi korban kejahatan begal kemarin," kata Ratna, ibu FR.

Usai mendengarkan itu, FR kemudian bercerita. Saat kejadian yang menimpanya, pada Minggu, 25 Juni 2023, pukul 18.15 WIB.

Bersama kedua temannya, AH dan CR, FR mengalami pencurian dengan kekerasan (Curas) di Pantai Kelang, Perbaungan.

Ketika itu, tuturnya, ia sangat syok, karena tidak pernah membayangkan kejadian nahas itu menimpa dirinya.

Baca Juga: Direspon Tim Hotman Paris 911, Sebut Deasy Natalia Br Sinulingga Normal Tidak Dalam Gangguan Jiwa

Keesokan harinya, FR melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Sergai.

"Saya tak ada alami luka-luka, Pak. Saya hanya syok, kaget saja. Tak ada rasa sakit," ungkap FR.

Meskipun tidak mengalami luka atau sakit, Kasi Dokkes Polres Sergai Ipda H Simanjuntak dan dr Rizki Aulia Purnama Sari dari Poliklinik Polres Sergai, tetap memeriksa kesehatan pelajar tersebut.

Tak hanya periksa kesehatan, tim trauma healing Polres Sergai juga memberikan konseling guna memulihkan syok saat alami kekerasan tersebut.

Baca Juga: Japan Open 2023: Anthony Sinisuka Ginting Beberkan Penyebab Kandas di Babak Pertama

"Korban tak alami luka-luka atau sakit. Hanya syok akibat diancam oleh pelaku. Kita beri vitamin dan sembako. Jika korban alami sakit, pasti kita obati hingga sembuh," ujar Kasi Dokkes Polres Sergai, Ipda H Simanjuntak.

Ratna, orang tua FR, mengatakan ia kaget bercampur haru dan bangga saat polisi datang ke rumah untuk mengobati anaknya yang menjadi korban begal.

"Terima kasih kepedulian Polres Sergai dengan datang ke rumah guna mengobati anak kami. Kami juga apresiasi seorang pelaku sudah ditangkap, pelaku lainnya juga ditangkap serta diproses secara hukum," pinta Ratna.

Baca Juga: Penjual Iphone Diduga Ditipu Shopee Ekpres, Sudah Lapor Polisi, Begini Kronologi Kejadiannya

Tak hanya di Sergai, upaya pengobatan kesehatan dan konseling trauma healing terhadap korban begal juga dilakukan di Polres Belawan dan Labuhan Batu.

Di Polres Labuhan Batu, tiga korban begal didatangi oleh tim kesehatan dan trauma healing.

"Kita mendatangi tiga korban begal serta lakukan trauma healing kepada para korban. Mereka saat ini sudah tak lagi trauma takut usai alami kejahatan begal," jelas Kapolres Labuhan Batu, AKBP James H Hutajulu.

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Gibran Berpotensi Jadi Cawapres Prabowo, Begini Analisanya

Ia menjelaskan, selain penegakan hukum terhadap para pelaku begal, Polres juga fokus pada pemulihan kesehatan dan psikis para korban.

Di Belawan, pekan lalu, Tim Polda Sumut datangi tiga korban begal guna diobati luka-luka dan sakit dialami serta dipulihkan psikisnya dengan trauma healing.***