POJOKSATU.id, MEDAN - Salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendukung penanganan stunting adalah dengan memberikan makanan tambahan.

Melalui TP PKK Kota Medan sebanyak 60 anak stunting yang ada di Kecamatan Belawan diberkan makanan tambahan (PMT). Harapannya dapat meminimalisir angka stunting di Kota Medan.

PMT diberikan langsung Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu M Bobby Afif Nasution didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman.

Baca Juga: Polda Sumut Luncurkan Mobil Patroli Perintis Samapta, Irjen Agung Setya: Wujudkan Area Publik Aman dan Nyaman

Turut hadir Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APMP2KB) Kota Medan Edliaty serta jajaran TP PKK Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Senin (24/7/2023).

Dikatakan Kahiyang Ayu, PMT ini dilakukan TP PKK Kota Medan sebagai salah satu bentuk penanganan stunting di Kota Medan.
"PMT yang diberikan kepada anak stunting ini diharapkan dapat meminimalisir dan mengurangi angka stunting di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Belawan," kata Ny Kahiyang Ayu.

Sementara itu, Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap menjelaskan, Februari 2022, jumlah anak stunting di Kecamatan Medan Belawan ada sekitar 142 anak.

Namun jumlah itu, ungkapnya, menurun sebanyak 96 anak pada Agustus 2022.

Baca Juga: Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi: Jabatan Adalah Amanah

"Di Februari 2023, angka stunting kembali menurun sekitar 36 persen sehingga menjadi 60 anak," jelas Subhan seraya menambahkan, Kelurahan Belawan Bahari merupakan kelurahan yang memiliki angka stunting paling tinggi di Kecamatan Medan Belawan dengan jumlah 17 anak.

Ada pun PMT yang diberikan tersebut, jelas Subhan, berupa paket yang terdiri dari beras, telur dan susu.

"Atas nama Kecamatan Medan Belawan dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua TP PKK Kota Medan atas bantuan yang diberikan kepada 60 anak stunting kami," ujar Subhan. ***

Baca Juga: Masyarakat Kota Medan Mengeluh Gas 3 Kg Sulit Dicari, UMKM Kehilangan Omset Rp 1 Juta Perhari