POJOKSATU.id, PANYABUNGAN -- Beras berbau busuk, berjamur, rusak dan menggumpal dijual Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Madina, Sumut, Senin lalu (4/3/2023).

Beras berbau busuk dan rusak ini dijual di acara Pasar Murah di depan Madina Square, Senin lalu.

Warga Panyabungan yang sempat membeli beras ini mengaku kecewa dengan beras yang dijual Ketapang dan berharap ada ganti rugi dari Pemkab Madina.

Warga Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan yang bernama Rudi ke beberapa media online, Rabu (6/3/2024) mengatakan, dia datang ke Pasar Murah di depan Madina Square, Senin (4/3) untuk membeli 2 karung beras ber merek SPHP ukuran 5 kilogram yang dihargai Rp 51.500 per karung.

Baca Juga: Sejarah Panjang Puasa Dalam Islam, Perintah Allah Saat Nabi Muhammad Berada di Gua Hira

Dan 2 hari setelah beras itu dibeli, ia dikejutkan dengan kualitas beras yang sudah berjamur dan mengeluarkan bau tak sedap hingga menggumpal. Aroma bau busuk tercium dari beras tersebut.

Selain itu, kata Rudi ketika dimasak, beras tersebut juga rasanya lain dan tak seperti beras pada umumnya.

Dikatakan, berasnya terlihat bagus dari atas, namun di bagian bawah karungnya itu yang menggumpal dan berubah warna menjadi biru dan hijau serta berbau busuk dan berjamur.

Dia sempat memasak beras tersebut pada bagian atas yang terlihat bagus. Namun ternyata pada bagian bawah ternyata rusak parah.

Baca Juga: Konsumsi Ikan Buntal, Ibu dan 2 Anak Balitanya Tewas, Polisi Sebut Jika Ikan Fugu Ini Sangat Beracun

"Ketika dimasak pun rasanya lain, agak keras dia," tambah Rudi.


Karena sudah terlanjur membeli beras yang sudah rusak. Rudi juga mengaku menyesal dan lebih baik membeli beras kiloan di warung daripada membeli beras yang dijual di Pasar Murah tersebut.

"Bagaimana ini kok bisa pemerintah menjual beras kualitasnya seperti ini, kalau bisa kami minta ganti rugi lah, kalau ngak gimana caranya supaya beras ini bagus dan bisa kami konsumsi kembali," ucap Rudi kepada media.

Tak lupa, Rudi juga memohon kepada pemerintah Kabupaten Madina agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Baca Juga: Misteri Dana KPPS, di Desa Pasanggar Lagi Viral Soal Sunatan Massal Anggaran

"Kasihan masyarakat, di saat harga beras sedang melambung tinggi, ada juga yang jual beras seperti ini," kesal Rudi.

Sementara, Kepala Dinas Ketapang Kabupaten Madina, Taupik Zulhandra Ritonga yang dikonfirmasi wartawan mengaku kerusakan pada beras murah yang dijual pada Pasar Murah terjadi lantaran terkena air hujan waktu pengantaran dari gudang menuju Pasar Murah.

“Kalau ada warga yang mengalami hal serupa, dimohon datang ke kantor Dinas Pertahanan Pangan Kabupaten Madina agar ditindak lanjuti,” ucap Kadis Ketapang Madina.***