POJOKSATU.id – Bencana banjir bandang dan tanah longsor tak hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga ikut memengaruhi pergerakan harga di sejumlah daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga provinsi terdampak bencana justru mengalami deflasi pada periode awal 2026.
Ketiga provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Baca Juga: TPG Bulanan dan Tambahan Tunjangan Guru Februari 2026, Ini Jadwal dan Syaratnya
Dari data BPS, Aceh mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, Sumatera Utara 0,75 persen, dan Sumatera Barat tercatat deflasi paling dalam sebesar 1,15 persen.
Menariknya, kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada Desember 2025.
Saat itu, ketiga provinsi justru mengalami inflasi cukup tinggi. Inflasi Aceh bahkan mencapai 3,6 persen, sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing berada di angka 1,66 persen dan 1,48 persen.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Bangsa Jangan Lupakan Sejarah, Soroti Situs Bersejarah yang Hilang dan Rusak
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa deflasi kali ini terutama dipengaruhi oleh kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.
Kelompok ini menjadi penyumbang terbesar penurunan harga di ketiga wilayah tersebut.
Menurut Ateng, di Aceh deflasi dipicu oleh turunnya harga telur ayam, sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat penurunan harga cabai merah menjadi faktor utama.
Baca Juga: Dana Pensiun PNS 2026 Tetap atau Naik? Ini Aturan Resmi yang Perlu Diketahui
Kondisi pasokan dan perubahan pola konsumsi pascabencana diduga ikut berperan dalam dinamika harga tersebut.
BPS menilai, fenomena ini menunjukkan bahwa bencana alam dapat memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah, tidak hanya dari sisi produksi dan distribusi, tetapi juga terhadap daya beli dan pergerakan harga kebutuhan pokok. ***

