POJOKSATU.id, BINJAI - Kualitas air buruk di Kota Binjai membuat masyarakat resah.

Menurut keterangan Direktur PDAM Tirtasari, Ashari, kualitas air buruk yang dialiri ke pelanggan karena reservoir atau tempat penyimpanan air belum pernah dibersihkan.

Itulah menjadi penyebab lumpur mengendap di penampungan tersebut.

Baca Juga: Blak-blakan, Taemin SHINee Akui Niatnya Hengkang dari SM Entertainment Sudah Muncul Sejak Tahun Lalu

"Sebab utamanya di pengolahan, reservoir penampungan belum pernah dibersihkan dari endapan lumpur," ujar Ashari.

Ashari menambahkan, pihaknya akan melakukan pembersihannya dari lumpur yang mengendap tersebut.

"Upaya pembersihannya memerlukan alat-alat penghisap lumpur yang pengadaan alatnya, masih kita upayakan pengadaannya. Saat ini yang terus kerjakan membuat washing out di pipa distribusi kita," katanya.

Baca Juga: Sinopsis Film Horor Siksa Kubur 2024, Gambaran Pertanggung Jawaban Manusia Setelah Mati, Siapkan Nyali Kalian dari Sekarang

Disinggung kinerjanya sebagai orang nomor satu yang baru di tubuh PDAM Tirtasari Binjai, menurut dia, hal tersebut membutuhkan waktu. Tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"SK (surat keputusan) definitif saya 7 Februari 2024, belum sebulan. Kami di 100 hari pertama ini masih berupaya mencari dana pinjaman ke bank, karena semua program-program kerja dan perbaikan untuk alat-alat memerlukan biaya," tegas Ashari.

Dia menyebutkan, jika pihaknya membutuhkan kucuran dana segar untuk melakukan pembenahan.

Baca Juga: Selama Ramadan 2024 Pemko Medan Himbau Usaha Hiburan Malam Wajib Ditutup

"Kalau mencari bantuan ke pemerintah makan waktu lama dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. Karena memang dari APBD Binjai belum bisa atau belum ada anggaran untuk perbaikan alat-alat yang ada di bagian pengolahan atau produksi," tutupnya. ***