POJOKSATU.id, PANYABUNGAN -- Lokasi Batu Bolang di Jalan Lintas Laru-Panjaringan tepatnya di Desa Tambangan Pasoman, Tambangan, Mandailing Natal, sering mengalami longsor.

Kejadian terbaru longsor di Batu Bolang terjadi pada Minggu malam (13/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pada 23 Oktober 2023 lalu, di lokasi ini juga sempat terjadi longsor. Dimana material batu, kayu dan tanah menimbun jalan.

Hasmar Lubis (40) warga Desa Tambangan Pasoman menyampaikan, di lokasi longsor ini merupakan bagian dari saluran irigasi yang mengairi sawah penduduk.

Baca Juga: Setelah Jumlah Total Kerugian Negara Diketahui Pospera Berharap Kejaksaan Tetapkan Para Tersangka Di Kasus Puskesmas Plered, Indikasi KKN Sangat Kuat

"Ada 20 petani yang memiliki sawah di sekitar Batu Bolang. Saluran irigasinya tepat di pinggir jalan yang longsor. Sudah sering longsor di sana, irigasi kami tersumbat," jelas Hasmar, Senin (13/11).

Hasmar menyampaikan, akibat saluran irigasi yang sering tertimpa longsor, puluhan hektare sawah mereka terlantar. Mereka terpaksa menanam kacang dan jagung sebagai pengganti padi.

" Dulu sebelum jalan Batu Bolang diperlebar, Dinas PU menyampaikan irigasi kami tidak akan terganggu, makanya kami warga yang punya sawah setuju itu jalan diperlebar. Nyatanya sawah kami kekeringan," jelasnya.

Baca Juga: Jawaban Singkat dan Tegas Polda Jatim Dituding Terlibat Pemasangan Baliho Prabowo-Gibran

Anak SMP Gagal Sekolah

Akibat longsor yang terjadi pada Minggu malam, mengakibatkan jalan penghubung Laru- Panjaringan terputus selama 7 jam.

Hingga pukul 07.00 WIB, akses jalan juga belum dibersihkan petugas Dinas PU Mandailing Natal.

Akibatnya, mobil angkutan desa yang biasa mengantar siswa ke SMPN 2 Tambangan, tidak bisa melintas.

"Siswa kami dari Rao rao Dolok, Panjaringan, dan Rao rao Lombang tak masuk hari ini. Tadi saya sempat ke sana, mobil memang tak bisa lewat," ujar Hasmar Lubis yang juga Kepsek SMPN 2 Tambangan ini.

Dia berharap, Pemkab Madina memberikan solusi di Batu Bolang. Bisa juga memperlebar lokasi di sana dengan alat berat sekaligus menebang pohon yang banyak tumbuh di sekitar lokasi, terutama di atas bukit.

"Kalau musim hujan seperti ini sangat rawan. Pohon-pohon besar bisa jatuh ke jalan membahayakan orang yang melintas," jelasnya.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 10. 00 WIB, alat berat dari Dinas PU Mandailing Natal baru tiba di lokasi untuk membersihkan material longsor.***