POJOKSATU.id, MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Ridwan Saragih merespon banyak kritikan terhadapnya dan skuatnya atas dua hasil imbang di dua laga Ayam Kinantan sebelumnya.
Pelatih PSMS Medan, Ridwan Saragih mengaku siap dipecat jika dianggap gagal membawa timnya lebih baik. Namun, dia memiliki catatan statistik tersendiri, dimana dia menilai progres kuatnya signifikan.
"Di kandang Sada Sumut kita dapat poin satu, di situ kita evaluasi. Di pertandingan kedua kita home menghadapi Persiraja, secara taktikal bicara kepelatihan, bicara sepak bola bukan hanya hasil ya, progress anak-anak signifikan meningkat walaupun hasil (kemenangan) yang utama dan itu sudah kita evaluasi," ujarnya kepada wartawan, 30 September 2023.
Dia menilai dua laga sebelumnya skema permainan PSMS berjalan cukup baik. Penilaian ini disebutkannya dari bukti PSMS, mampu menciptakan gol dari skema penyerangan yang terus-menerus dimatangkan dalam latihan.
"Pemain saya bisa menciptakan gol melalui proses, dan dua kebobolan gawang kita sama, menitnya sama, dua-duanya melalui free kick, makanya akan kita antisipasi," ucapnya.
Soal tuntutan suporter, dia mengaku fans tidak mungkin memiliki keinginan untuk menang melebih keinginannya sebagai pelatih. Tapi untuk laga menghadapi Persiraja yang berakhir 1-1 dia menilai, faktor keberuntungan yang belum berpihak kepada timnya.
"Tapi kemenangan itu kan berproses. Ada pepatah mengatakan jangan protes terhadap proses. Saya paham tuntutan suporter, saya pun sebagai pelatih, tidak ada seorang pelatih yang tidak ingin menang dan itu yang kita siapkan," ucapnya.
Menurut Ridwan, dari laga mengahadapi Sada Sumut FC, Sabtu (16/09/2023), timnya telah berkembang signifikan. Laga kedua menghadapi Persiraja Banda Aceh, Minggu (24/09/2023), dari statistik Joko Susilo dkk menguasai permaianan 75 persen berbanding 25 persen dengan 20 tembakan mengarah ke sasaran (shot on target).
"Saat ini saya senang progres tim ini artinya dari pertandingan pertama ke kedua itu progresnya signifikan. Jika boleh mengabaikan hasil, statistik 75 persen untuk PSMS berbanding 25 persen untuk Persiraja. 20 tembakan ke gawang Persiraja, satu tembakan (Persiraja) ke gawang kita (dan berbuah gol). Ini kan berarti faktor keberuntungan yang belum ada," tuturnya.
Menurut Ridwan di luar hasil yang belum memuaskan, pemain PSMS sudah berproses dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik dalam pertandingan.
"Misalnya, saya minta pemain main agresif, itu kenapa (Matheus) Souza saya cadangkan dan saat dimasukkan dia bisa membuat gol," sebutnya.
Baca Juga: Beredar Video Diduga Jungkook BTS Bermesraan dengan Cewek di Apartemen
"Kenapa souza dicadangkan itu bagian dari strategi. Kalaulah dia main dari awal dan dapat ampas buat apa. Apa yang saya lakukan untuk Souza waktu lawan Persiraja, saya berkaca dari waktu main lawan Sada Sumut, dia tampil dari menit awal tapi tidak bisa mencetak gol," jelasnya.
Oleh karena itu, kemenangan PSMS atas PSDS Deliserdang menjadi satu-satunya hal yang mungkin bisa menyelamatkan Pelatih Ridwan Saragih dari kritikan netizen di media sosial. ***
