POJOKSATU.id – Tingginya angka pencari kerja di Kota Medan mendorong Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mengambil langkah strategis, salah satunya dengan menyiapkan mahasiswa agar siap kerja bahkan sebelum lulus.
Persaingan kerja di Kota Medan semakin ketat. Setiap tahun, sekitar 110 ribu pencari kerja masuk ke pasar tenaga kerja.
Angka ini menjadi tantangan serius, terutama bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman maupun keterampilan spesifik.
Baca Juga: Dukung Ekosistem Kampus, bank bjb dan LLDIKTI IV Resmikan Sinergi Strategis
Melihat kondisi tersebut, Disnaker Kota Medan mulai mengubah pendekatan.
Tidak lagi menunggu lulusan siap kerja setelah wisuda, tetapi mendorong kesiapan itu dimulai sejak masih di bangku kuliah.
Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Institut Sains dan Teknologi TD Pardede dengan PT Tradepro, yang difasilitasi langsung oleh Disnaker Medan.
Baca Juga: Proyek Jalan KA 4,5 Km Bermasalah, Dugaan Korupsi Terbongkar di Belawan, Kajari Tetapkan 4 Tersangka
Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menegaskan bahwa dunia kerja saat ini bergerak sangat cepat dan menuntut kesiapan yang lebih awal.
“Kalau tidak cepat menyikapi, kita akan tertinggal. Kompetensi harus disiapkan dari sekarang,” ujarnya saat membuka kegiatan di kampus ISTP, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, ijazah saja tidak lagi cukup. Mahasiswa dituntut memiliki nilai tambah, mulai dari sertifikasi, pengalaman magang, hingga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Kasus Foto AI di JAKI Jadi Sorotan, Begini Cara Membedakan Gambar Asli dan Buatan AI Secara Akurat
Program ini menjadi salah satu upaya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Sebanyak 100 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, yang mencakup pelatihan hingga pemahaman mekanisme industri, termasuk sektor perdagangan berjangka yang masih relatif baru.
Rektor ISTP, Semangat MT Debataraja, menyebut program ini penting, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi, mahasiswa diharapkan memiliki bekal nyata saat memasuki dunia kerja.
Baca Juga: Kepala BGN Anggap Motor Listrik MBG Rp 52 Juta Bukan Pemborosan, Kita Dapat Harga di Bawah Pasar
“Mahasiswa bisa meningkatkan skill sebelum lulus, jadi lebih siap,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Tradepro, Hendri Trisna Harjaya, memaparkan berbagai peluang karier serta pentingnya kesiapan kompetensi sejak awal.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja kini menuntut kecepatan adaptasi. Mahasiswa tidak lagi bisa menunggu lulus untuk mulai bersaing.
Bahkan, menurut Ramaddan, kondisi ideal adalah ketika mahasiswa sudah mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda.
“Kalau bisa, besok wisuda, besok sudah tanda tangan kontrak,” tegasnya. ***


