POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Aceh resmi menaikkan status penanganan bencana menjadi tanggap darurat, setelah banjir dan longsor yang melanda sejak awal pekan.

Akibatnya jaringan jalan utama hingga jembatan penghubung antarwilayah ambruk.

Penetapan itu disampaikan langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), usai mengikuti rapat paripurna di DPR Aceh, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Rel Ambles Imbas Banjir, 17 Perjalanan KA Srilelawangsa Binjai Medan Dibatalkan

Mualem menegaskan kondisi lapangan sudah tidak memungkinkan lagi ditangani dengan mekanisme biasa.

“Dengan ini saya menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh tahun 2025,” kata Mualem.

Status darurat berlaku 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Siap! Magang Nasional Batch 3 Jadi Gerbang Karier Profesional

Menurut pemerintah daerah, seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) telah diperintahkan turun penuh ke lapangan untuk distribusi logistik, membuka akses darurat, dan penanganan warga yang terdampak.

Dampak Menggulung 97 Ribu Warga
Hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dan longsor.

Setidaknya 97.384 warga terkena dampak langsung, dan lebih dari 13 ribu orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam.

Baca Juga: Peringatan Penting! PPG Guru Tertentu Tahap 5 Dibuka dan Peserta Harus Segera Konfirmasi

Tidak hanya permukiman yang lumpuh, jalur strategis pesisir timur Aceh menuju Medan, Sumatera Utara, juga terputus akibat kerusakan jembatan dan ruas jalan yang amblas dihantam arus deras.

BNPB: Waspada Maksimal, Cuaca Masih Ekstrem
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi di Sumatera terus meluas.

Dalam laporan per Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB, ada 10 kabupaten/kota di Aceh dan Sumatera Utara yang masuk daftar terdampak.

Baca Juga: 41 Perusahaan Bandel Tak Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Ribuan Pekerja Terancam Tanpa Perlindungan

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada. Jika kondisi makin memburuk, segera evakuasi ke lokasi aman,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari.

Daftar Sebaran Daerah Terdampak
Berikut data terbaru dari BNPB:

Aceh
1. Kota Lhokseumawe
Terdampak: 4 kecamatan
Warga terdampak: 100 KK mengungsi

Baca Juga: Cara Konfirmasi Undangan PPG Guru Tertentu Tahap 5 di SIMPKB

2. Kabupaten Aceh Barat
Terdampak: 4 kecamatan
Warga terdampak: 183 KK
Pengungsi: 33 KK

3. Kabupaten Aceh Utara
Terdampak: 17 kecamatan
Warga terdampak: 2.668 KK/4.441 jiwa
Pengungsi: 1.270 KK/3.507 jiwa

4. Kabupaten Aceh Timur
Terdampak: 17 kecamatan
Warga terdampak: 7.972 KK/29.706 jiwa
Pengungsi: 920 KK/2.456 jiwa

5. Kabupaten Aceh Singkil
Terdampak: 7 kecamatan
Warga terdampak: 6.579 KK/25.827 jiwa
Pengungsi: 684 KK

Baca Juga: UKPPPG Dianggap Sadis! Peserta Banyak Tersingkir Karena Tidak Tahu Alur Pembelajaran

6. Kabupaten Bireuen
Terdampak: 3 kecamatan
Warga terdampak: 956 KK/2.272 jiwa
Terancam terisolasi: 40 KK/100 jiwa

Sumatera Utara
1. Kabupaten Humbang Hasundutan
Terdampak: 1 kecamatan
Meninggal: 5
Hilang: 4
Luka berat: 7
Luka ringan: 2

Baca Juga: Warning! Banyak Video Praktik Mengajar UKPPPG Ditolak Karena Pencahayaan Buruk

2. Kabupaten Deli Serdang
Terdampak: 2 kecamatan
Warga terdampak: 427 KK/1.618 jiwa
Pengungsi: 814 jiwa (dari Desa Paluh Kurau)

3. Kabupaten Pakpak Bharat
Terdampak: 5 kecamatan
Warga terdampak: Belum ada data jumlah KK/jiwa
Korban meninggal: 1

10. Kabupaten Tapanuli Tengah
Terdampak: 11 kecamatan
Warga terdampak: 1.902 KK
Korban meninggal: 4
Data pengungsi: masih dalam pendataan

Baca Juga: Regulasi Transportasi Online Dibahas Kemnaker, Penolakan Driver Menguat di Banyak Kota

Akses Putus Jadi Tantangan Terbesar
Meski bantuan sudah bergerak, tantangan terbesar pemerintah adalah membuka akses jalan yang terputus.

Di sejumlah titik, alat berat tidak bisa segera masuk karena lokasi berada di lembah sungai maupun tebing curam.

“Fokus kita bukan hanya evakuasi, tapi memastikan suplai logistik dan kesehatan tetap sampai ke kantong-kantong pengungsian,” ujar Abdul Muhari

Baca Juga: Iuran BPJS Tak Naik hingga Pertengahan 2026, Pemerintah Suntik Dana Rp 20 Triliun

Pemerintah pusat dan daerah masih terus memantau perkembangan cuaca, sementara hujan diperkirakan masih akan turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. ***