POJOKSATU.id, PANYABUNGAN-- Sebanyak 75 warga dewasa dan anak-anak di Sibanggor Julu, Puncak Sorik Marapi, keracunan gas beracunan H2S (hidrogen sulfida) akibat pembukaan sumur V01 oleh PT SMGP.
Kejadian kebocoran gas beracun H2S dari pembukaan sumur V01 oleh PT SMGP (Sorik Marapi Geotermal Power) terjadi pada Kamis (22/2) pukul 19.15 WIB.
Menurut Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution, proses pembukaan sumur V01 ini disaksikan petugas Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.
Bupati Madina saat menjenguk pasien di RSUD Panyabungan mengatakan, PT SMGP memang melakukan pembukaan sumur V01 disaksikan oleh EBTKE dari Kementerian ESDM.
Baca Juga: Kabar Terbaru Dugaan Pemalsuan SK Aktif Tugas dr AK Adik Wabup Madina di PPPK 2023, Ini Kata Polres
“Kita tidak tahu apa ada kesalahan tehnik dalam kegiatan ini dan untuk korban sendiri ada 75 orang, 5 diantaranya adalah anak-anak, “ujar Bupati Madina di RSUD Panyabungan, Kamis malam.
Menurut Bupati, dari titik kegiatan ke sumur 01 ada sekitar 700 meter, sehingga pihak terkait dalam uji sumur yang ada di Kabupaten Mandailing Natal, ada di lokasi ketika terjadi kebocoran.
“Apa keracunan H2S, yah dikatakan seperti itulah, namun hal ini kita serahkan kepada pihak medis untuk memeriksa kondisi seluruh pasien, “ujarnya.
Menurut Bupati, puluhan warga Sibanggor Julu tersebut saat ini sudah ditangani dengan baik oleh petugas medis RSUD Panyabungan dan Rumah Sakit Umum Permata Madina.
Baca Juga: Hasil Sementara Dapil Jakarta 2 Pemilu 2024, Tujuh Daftar Caleg DPR RI Kemungkinan Lolos ke Senayan
Kejadian ini merupakan yang kesekian kalinya. Sebelumnya, pernah terjadi hal serupa. Bahkan pada 2021 lalu, sebanyak lima warga Sibanggor meninggal dunia akibat keracunan H2S.
Hidrogen sulfida atau H2S adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk.
Sementara itu Camat Puncak Sorik Marapi Pangeran Hidayat menyebutkan kejadian kebocoran gas ini terjadi pukul 19.15 WIB Kamis malam.
“Kejadian sekitar pukul 19.15 WIB malam ini,” kata Pangeran di halaman RSUD Panyabungan, Kamis (22/02).
Dia menerangkan, warga terdampak mengalami mual dan muntah. Sebagai tindakan awal, langsung dievakuasi ke RSUD Panyabungan, sementara warga tak terdampak dievakuasi ke desa terdekat.
Sebelumnya, sesuai keterangan camat telah dilaksanakan sosialisasi sebelum pembukaan sumur. Imbauan itu dikeluarkan perusahaan pada Selasa (20/02) dengan isi akan dilaksanakan pembukaan sumur.***

