POJOKSATU.ID, MEDAN - Sejumlah kecamatan di Kota Medan terdampak banjir karena tingginya curah hujan pada Rabu (27/11/2024), tepat dihari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, banjir yang melanda ribuan rumah tersebut disebabkan oleh meluapnya Sungai Deli dan Babura.
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir yang berdampak serius. Rata-rata pemukiman warga terendam sekitar 50 cm sampai 20 meter.
Baca Juga: UPDATE Hasil Quick Count Pilbup Karawang 2024: Aep Syaepuloh-Maslani Unggul?
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyebut, ada lima kecamatan di Kota Medan terdampak banjir.
Kecamatan yang terdampak banjir antara lain, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Amplas dan Medan Sunggal.
Di masing-masing daerah terdampak, air meluap mulai pukul 01.00 WIB dini hari.
“Petugas berada di lapangan untuk melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir,” kata Kepala Pusdalops BPBD Medan Baharuddin Ritonga dalam keterangan tertulis.
Menurut data BPBD Kota Medan per pukul 17.00 WIB, ada 2.186 rumah yang terdampak banjir. Ketinggian pada masing-masing pemukiman terdampak variatif.
Data itu juga menunjukkan ada 3.026 KK dan 7.125 jiwa yang terdampak banjir.
Baca Juga: Kalahkah Airin di Pilkada Banten 2024, Intip Profil dan Harta Kekayaan Andra Soni
“Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi banjir. Berkoordinasi dengan pihak lingkungan setempat. Memonitor perkembangan dan cuaca dari BMKG,” kata Baharudiin.
Hingga saat ini BPBD masih melakukan pemantauan di lapangan. Pihaknya melakukan sejumlah persiapan. Mulai dari persiapan evakuasi warga, pemantauan sungai dan lainnya.
BPBD Medan bersama pemangku lainnya juga sudah mendirikan tenda pengungsian hingga dapur umum.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada apabila ada kenaikan debit air,” pungkasnya. ***

