POJOKSATU.ID, PANYABUNGAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) geger usai ditemukannya seorang pasien gantung diri di kamar Melati 3 pada Rabu (30/10/2024).
Korban berinisial Belprit Aritonang (40) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan seprei tempat tidur yang diikatkan pada kayu palfon ruang tempatnya di rawat. Berikut fakta-faktanya.
Depresi
WS (48) merupakan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Panyabungan.
Ia nekat mengakhiri hidupnya diduga depresi karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Menurut pengakuan keluarga, Boston Sitomurang, bahwa korban terlihat murung dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah dua hari (korban) di sini. Tiba-tiba seperti ini lah ceritanya," kata Boston.
Diketahui korban menjalani sudah menjalani perawatan selama 3 hari di RSUD Panyabungan.
Awal Ditemukan Tewas
Salah satu perawat yang merupakan siswi PKL RSUD Panyabungan, Elvira mengungkapkan penemuan korban di ruangan Melati 3 pada Rabu (30/10/2024) siang sekitar pukul 12.15 WIB.
Elvira menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan sprei tempat tidur yang diikatkan pada kayu plafon.
"Pertama kami datang mau tensi pasien yang berada di sebelah ruangan pasien ini, terus kami melihat dari jendela, pasien sudah gantung diri menggunakan seprai pasien," ujar ujar Elvira di RSUD Panyabungan, Rabu (30/10/2024).
Keterangan Polisi
Polres Madina pun lansung turun ke RSUD Panyabungan terkait kasus pasien gantung diri.
Menurut Plh Kasi Humas Polres Madina, IPDA Bagus Seto, Korban mengalami gangguan jiwa, dan sering meresahkan masyarakat.
"Informasi yang diperoleh dari warga setempat yang bersangkutan ada gangguan kejiwaan,” ujar Plh Kasi Humas Polres Madina, Ipda Bagus Seto, Rabu (30/10/2024). ***

