ASEAN Para Games 2022 : Pasutri Asal Sumut Catat Sejarah, Sumbang Hattrick Medali Emas

ASEAN Para Games 2022
Putri Aulia dan Nur Ferry Pradana menyumbangkan masing tiga medali emas untuk kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games (APG) 2022, di Solo.

POJOKSUMUT.com, PASANGAN suami istri (Pasutri) atlet National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara mencatat sejarah baru di ASEAN Para Games (APG) 2022, yang berlangsung di Solo Jawa Tengah.


Sejarah itu ditorehkan Nur Ferry Pradana dan Putri Aulia di cabang olahraga (Cabor) atletik. Pada hari kelima, APG 2022, keduanya masing-masing telah melakukan hattrick dengan memboyong tiga medali emas.

Ferry Pradana meraih emas ketiganya di nomor lari 400 meter T47 putra, setelah finish tercepat dengan catatan waktu 50,50 detik.


Ferry mengaku ini adalah pencapaian terbaik selama karirnya, terlebih tampil di rumah sendiri. Dia berjanji akan menyapu bersih dua nomor sisa di APG kali ini.

“Medali emas ini saya persembahkan untuk saya sendiri kemudian orang tua dan istri yang selalu mendukung saya. Ini termasuk event yang bergengsi dan baru pertama selama bertanding disaksikan alngsung kedua orang tua dan mertua serta istri di sini ikut tanding,” ujarnya, Rabu (4/8/2022).

Sebelumnya, Ferry meraih emas di nomor 100 meter T47 putra di Stadion Manahan Solo dengan catatan waktu 10:95 detik.

Sementara itu, Putri Aulia menggenggam medali emas di nomor lompat jauh T13. Di final, Putri mencatatkan lompatan terjauh yakni 4,89 meter. Emas sebelumnya diraih Putri di nomor 100 meter T13 putri dan 200 meter T13 putri dengan waktu 26:63 detik.

BACA JUGA : Pembukaan ASEAN Para Games 2022, Ganjar : Semoga Para Atlet Mampu Memberikan Hasil yang Terbaik

Putri menyebut torehan ini sudah mencapai ekspektasi dirinya sejak awal yang memang bisa mempersembahkan tiga emas.

“Ini juga nanti ada satu nomor lagi di 4×100 meter. Ini adalah APG terakhir, sehingga capai target sih. Makanya kalau bisa sapu bersih,” ujarnya.

Selain, Ferry dan Putri, tambahan medali emas juga ditorehkan Muhammar Habibila di nomor lompat jauh. Kemudian medali perak diraih sprinter Sumut lainnya, Eko Saputra dan Siti Nuraisyah Asikin di tolak peluru. Serta perunggu direbut Nina Gusmita di nomor balap kursi roda T54 putra.

Untuk cabor lempar cakram F57 putra, Alan Sastra Ginting sukses merebut medali emas, setelah melakukan lemparan terjauh  40,15 meter. Ini adalah medali kedua yang diraihnya, setelah di nomor tolak peluru Alan harus puas meraih perunggu.

Hingga hari kelima pelaksanaan APG, NPC Sumut menyumbangkan 15 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu. Torehan ini mendekati target NPC Sumut di APG yakni 20 medali emas.

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting bersyukur atas pencapaian pribadinya juga seluruh atlet.

“Sebenarnya saya ingin all out untuk memecahkan rekor pribadi saya, karena APG di Solo adalah yang terakhir. Tapi hasilnya ternyata berbeda, tapi saya langsung fokuskan ke lempar cakram. Alhamdulillah, medali emas bisa saya raih kembali,” uajr Alan.

Dia mengaku terkejut atas pencapaian atletnya di APG tahun ini. Bahkan dengan banyaknya atlet Sumut melaju ke partai final untuk beberapa cabor, seperti atletik, angkat berat, catur, dan judo, akan melebihi target 20 medali emas.

“Kemungkinan besar bisa melampaui sampai dengan 25 medali emas. Dengan hasil ini saya sangat apresiasi perjaungan mereka untuk bisa juara. Medali yang diraih atlet kita ini khusus kita persembahkan untuk gubernur Sumut. Ini bukti bahwa atlet asal Sumut bisa membawa nama harum daerah hingga event internasional,” pungkas Alan. (*/nin/pojoksumut)